Studi tersebut menunjukkan, bahwa larangan konsumsi sodium pada penderita penyakit ginjal kronis membantu mengurangi albuminuria (indikator dari disfungsi ginjal) dan kadar tekanan darah. Sementara, parikalsitol (pengaktif reseptor vitamin D) tak memiliki efek signifikan dalam hal ini.
Namun, kombinasi dari parikasitol dan sedikit asupan sodium membuat kadar albuminuria berada di titik paling rendah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Studi ini menemukan bahwa pembatasan sodium dapat memberikan manfaat yang besar, sementara efek parikasitol kecil. Oleh karena itu, dampak intervensi dari gabungan keduanya berpengaruh besar," ujar Martin de Borst dari University Medical Center Groningen, Belanda seperti dikutip Boldsky.
Ekskresi protein, termasuk albumin, merupakan indikator penyakit ginjal kronis. Adanya terapi yang mengurangi albuminuria dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal dan juga memiliki efek menguntungkan pada jantung dan pembuluh darah.
Sayangnya, terapi tersebut tidak menghilangkan albuminuria pada pasien sehingga mereke mengalami albuminuria residual.
Asupan garam bisa menjadi berlebihan ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji, keripik kentang, dan makanan ringan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
