Hal ini tentunya akan mengganggu asupan tenaga mereka. Salah satu efek yang mungkin dialami adalah anak yang terlihat lemas.
Untuk itu, perlu beberapa langkah untuk meredamnya. Seperti yang diutarakan dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp. A (K), Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Anak di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Hindari mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi gas di saluran cerna seperti kubis, lobak, bawang, brokoli, kacang-kacangan, dan makanan berlemak," ujar dr. Frieda.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan agar orang tua untuk menghindari minuman yang dapat membuat perut anak kembung. Seperti minuman bersoda yang umumnya mengandung asam fosfat.
Selain minuman bersoda, jus buah dalam jumlah banyak, seperti jus mangga, nanas, pir atau anggur, juga dapat memicu perut kembung. Hal ini karena kandungan sukrosa dan fruktosa pada jus dapat memicu terbentuknya gas di saluran pencernaan.
“Jangan lupa juga untuk memperbanyak konsumsi air putih agar kembung pada anak bisa dengan cepat dikurangi. Biasakan anak untuk mengunyah makanan secara perlahan. Salah satu penyebab munculnya perut kembung pada anak adalah kebiasaan mengunyah makanan terlalu cepat,” ujar dr. Frieda.
Selain itu, Anda juga perlu melakukan kompres perut anak dengan handuk air hangat saat kembung. Namun jika perut kembung pada anak tidak juga reda maka perlu tindakan yang harus dilakukan oleh orang tua.
"Meski sudah diberikan penanganan di atas, atau disertai gejala lain, seperti nyeri perut yang hebat, mual, muntah, demam, atau penurunan berat badan, segeralah periksakan ke dokter spesialis anak untuk mendapat penanganan yang tepat,” tutup dr. Frieda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
