NEWSTICKER
Informasi yang tidak benar berisiko membuat masyarakat resah atau panik atau khawatir yang berlebihan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Informasi yang tidak benar berisiko membuat masyarakat resah atau panik atau khawatir yang berlebihan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tips Tangani Mitos Virus Korona

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Februari 2020 06:00
Jakarta: Penyebaran novel coronavirus Covid-19 masih terjadi di sejumlah wilayah di beberapa negara. Penanganan terus dilakukan pemerintah masing-masing negara, namun mitos atau informasi bohong atau hoaks soal Covid-19 kian hari masih tersebar luas.
 
Dr. Daeng M. Faqih selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun menyampaikan sejumlah tips untuk menangani penyebaran mitos tersebut. Salah satunya, memahami ke mana harus mencari informasi yang valid. Apalagi, informasi yang berkaitan soal kesehatan.
 
"Sekarang banyak informasi hoaks dan mengatakan informasi yang tidak valid. Ada yang mengatakan korona bisa menular dengan pandangan mata, padahal tidak benar. Yang menular dengan pandangan mata itu virus cinta saja," tawa dr. Daeng yang berada di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, tersebar juga informasi soal penularan Covid-19 bisa melalui handphone buatan Tiongkok. Ia menekankan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berisiko membuat masyarakat resah atau panik atau khawatir yang berlebihan.
 
Tips Tangani Mitos Virus Korona
(Dr. Daeng M. Faqih selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dalam kegiatan Konferensi Pers Kerja Sama IDI dengan Good Doctor dan Grab, di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
"Kejadian kematian yang terjadi ada penyakit penyerta, tingkat keganasan tidak murni karena virus ini berbeda dengan flu burung, kebanyakan daya tahan tubuhnya sangat rendah," tuturnya.
 
Ia memaparkan, masyarakat tidak boleh panik atau cemas, karena tingkat keganasan penyakit tersebut dinilai rendah. Jangan sekedar khawatir, namun disertai dengan melakukan sejumlah upaya.
 
"Harus ada langkah untuk tercegah dari infeksi. Kalau diserahkan kepada pemerintnah sendirian, kasihan sudah melakukan upaya yang begitu cepat," paparnya.
 
Jumlah korban tewas virus korona Covid-19 bertambah 242 di provinsi Hubei, Tiongkok. Berdasarkan data di situs Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok per hari ini, Kamis 13 Februari 2020, total kematian akibat virus korona Covid-19 di Tiongkok mencapai 1.310.
 
Masih dari keterangan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, tambahan 14.840 kasus terdeteksi di Hubei, provinsi pusat penyebaran virus korona Covid-19. Dikutip dari laman The Straits Times, total infeksinya kini mencapai 48.206.
 
Sementara untuk kematian di luar Tiongkok tercatat ada dua kasus, yakni di Filipina dan Hong Kong. Lonjakan angka kematian terjadi saat otoritas Tiongkok sedang memperluas definisi mereka terhadap kasus Covid-19. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok kini mulai meneliti kasus virus korona yang didiagnosis melalui metode klinis terbaru.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif