Terapi yang dimaksud pengobatan oral Xeljanz (tofacitinib) - obat yang sudah disetujui untuk digunakan pada pasien rheumatoid arthritis dan terapi cahaya ultraviolet-B. Kombinasi ini hanya digunakan pada dua pasien vitiligo, dan hasilnya sangat memuaskan.
"Hasil yang tidak mungkin dicapai dengan terapi umum," kata Dr Brett King, seorang profesor dermatologi di Yale University School of Medicine.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya pikir ini adalah terobosan dalam pengobatan vitiligo," tambahnya.

(Baru-baru ini, para ahli telah menemukan metode terapi untuk menyembuhkan vitiligo. Foto: Courtesy of Jetmag.com)
King menjelaskan, vitiligo adalah kondisi kulit yang menyebabkan bercak kulit putih muncul di berbagai bagian wajah dan tubuh. Kelainan itu juga bisa menyebabkan rambut kehilangan pigmen dan menjadi putih.
Kondisi ini dapat mempengaruhi orang dari ras manapun. Tapi, pada umumnya dialami oleh orang dengan kulit dan rambut lebih gelap.
Vitiligo tidak menular. Namun King menyebutkan bahwa pada umumnya orang takut dan menilai bahwa penyakit tersebut bisa menular melalui sentuhan.
Berdasarkan pengalaman pasienya, King menyebutkan bahwa penderita vitiligo diminta oleh kasir memasukan uang ke dalam kotak sendiri karena takut tertular penyakit tersebut.
(Baca juga: Mengenal Vitiligo, Kelainan Kulit yang Menyerang Model Winnie Harlow)
"Vitiligo mempengaruhi cara dunia berinteraksi dengan Anda. Ini bisa membuat frustrasi dan memalukan, dan untuk beberapa hal, ini menyebabkan depresi dan kecemasan klinis," kata King.
Salah satu pasien vitiligo King, Shahanaj Akter mengatakan, setelah menjalani pengobatan kulitnya menjadi lebih baik. "Saya bisa menggunakan make up dan bercampur dengan baik, saya sangat senang," katanya.
Akter menceritakan, gejalan vitiligo diketahui saat kulit putih di atas alisnya yang biasanya berwarna coklat berubah. Patch itu tumbuh lebih besar dan lebih besar dan kemudian bercak putih muncul di tangan dan lehernya.
Tekanan sosial pun mulai dirasakan Akter akibat penyakit tersebut mulai mempengaruhi warna kulitnya. Beberapa orang mengatakan hal-hal yang tidak baik kepadanya.
"Saya sering menangis, saya ingin menjadi warna saya lagi," katanya.
Untuk itu, Akter mencoba pengobatan setelah perawatan di Bangladesh dan kemudian di Amerika Serikat. Beberapa terapi menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditolerir.

(Vitiligo dapat mempengaruhi orang dari ras manapun. Tapi, pada umumnya dialami oleh orang dengan kulit dan rambut lebih gelap. Foto: Victoria Palacious/Unsplash.com)
"Itu mengerikan, saya mencoba banyak hal," katanya.
Saat itulah King menyarankan agar dia mencoba terapi kombinasi baru. Akter diberi 5 miligram tofacitinib dua kali sehari, dan terapi sinar UV-B tubuh penuh dua kali seminggu.
Setelah tiga bulan, wajah Akter hampir terbebas dari bercak putih. Sekitar pigmen kulit di leher, dada, lengan bawah, dan tulang keringnya mulai kembali.
Dr Seemal Desai, seorang asisten profesor klinis dermatologi di University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas, menyambut baik metode pengobatan tersebut. Tapi, dia menyarankan agar dilakukan penelitian lebih besar perlu dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
