Perawatan tersebut dilakukan secara bertahap akan mengurangi ketergantungan pada obat. Termasuk para pengguna Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza).
Sebab, mereka akan sibuk dengan berbagai kegiatan ringan yang menyenangkan dan mendapat penghasilan. Pemberdayaan ini akan membunuh rasa kesepian orang dengan gangguan jiwa dan pengguna napza.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sehingga, secara langsung akan mengurangi ketergantungannya terhadap obat dan napza. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kesehatan Jiwa Masyarakat, Puskesmas Gitik, Eko Budi Cahyono.
Menurutnya, setelah ODGJ dan pengguna napza stabil, mereka harus mendapat pembinaan dan pendampingan agar tidak kembali kambuh. Pendampingan itu diberi nama program terapi okupasi dan pemberdayaan orang dengan gangguan kesehatan jiwa (Teropong Jiwa).
Akan dilaksanakan terapi spiritual, kesenian, dan keterampilan, sesuai dengan kesiapan para peserta. Mereka ada yang siap dengan mengembangkan kesenian, seperti tari-tarian dan rebanaan.
"Secara mandiri pula mereka menyiapkan, mengembangkan segala perlengkapan dan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan kesenian," ujar Eko melalui keterangan pers Kemenkes.
Eko memaparkan bahwa sejak berjalanya program teropong jiwa, sekarang ini sudah tidak ada masyarakat yang melakukan pemasungan terhadap ODGJ di wilayah puskesmas Gitik. Sebelumnya, ada tujuh orang ODGJ di pasung oleh keluarga atau masyarakat.
Mereka dipasung karena sudah sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Namun kini, masyarakat menjadi lebih paham tentang kondisi yang bersangkutan hingga penderita pun sembuh bahkan tidak pernah lagi melakukan rujukan ODGJ.
"Semua selesai sampai tingkat puskesmas Gitik. Konsepnya ODGJ tidak meresahkan masyarakat, mereka mampu secara mandiri menjalani hidup. Melatih diri menghilangkan keinginan untuk menggunakan napza dan pikiran negatif," paparnya.
Baginya, ODGJ dan pengguna napza setelah stabil, secara perlahan harus dikurangi dosis ketergantungannya pada obat. Kemudian, diarahkan kepada aktifitas positif yang dapat mengurangi ketergantungan pada obat tersebur.
Secara perlahan mereka akan lupa dengan penggunaan napza dan terus gembira juga produktif. Kegiatan ini akan mengesampingkan adanya gangguan jiwa yang ada pada mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
