Kematian Oseguera memicu aksi kekerasan serentak. Anggota kartel memblokade jalan di 20 negara bagian serta membakar kendaraan dan sejumlah bangunan usaha.
Bentrokan bersenjata dan aksi balasan kartel menewaskan puluhan orang serta melumpuhkan aktivitas di sejumlah wilayah.
Dalam operasi penangkapan dan bentrokan susulan, sedikitnya 27 personel keamanan, 46 terduga anggota kriminal, dan satu warga sipil tewas.
Situasi kian mencekam setelah terjadi pelarian massal dari sebuah penjara di Jalisco. Sedikitnya 23 narapidana kabur ketika fasilitas tersebut diserang kelompok bersenjata dengan rentetan tembakan, kata sekretaris keamanan negara bagian.
| Baca juga: Bos Kartel El Mencho Tewas, Begini Respons Presiden Meksiko |
Oseguera diketahui memiliki hadiah buronan sebesar US$15 juta dari pemerintah Amerika Serikat. Warga memilih berdiam di rumah, sementara wisatawan berlindung di hotel saat kekerasan berlangsung sepanjang akhir pekan. Meski kondisi mulai terkendali, banyak toko tetap tutup pada Senin waktu setempat.
Untuk mengantisipasi situasi terburuk, pemerintah Meksiko mengerahkan 10.000 personel militer termasuk penambahan 2.500 tentara ke Jalisco.
Di Aguililla, Negara Bagian Michoacan, yang merupakan kampung halaman El Mencho, warga melaporkan adanya blokade jalan. Foto yang beredar di media sosial lokal menunjukkan kepulan asap hitam membumbung di atas kawasan perbukitan.
Di ibu kota Jalisco, Guadalajara, sekolah-sekolah ditutup dan sebagian besar transportasi umum dihentikan. Antrean panjang terlihat di sejumlah toko kecil yang masih buka, terutama penjual tortilla, karena warga berusaha menimbun persediaan.
Kekerasan juga mengguncang kota resor Puerto Vallarta yang populer di kalangan turis Amerika Serikat. Inggris, Kanada, dan AS mengeluarkan peringatan perjalanan, sedangkan Australia meminta warganya meningkatkan kewaspadaan. Puluhan penerbangan dari dan ke Amerika Serikat serta Kanada pun dibatalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News