Ketika Anda berdiri, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak Anda. (Foto: Filippo Andolfatto/Unsplash.com)
Ketika Anda berdiri, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak Anda. (Foto: Filippo Andolfatto/Unsplash.com)

Gejala-gejala yang dialami Ketika akan Pingsan

Rona kesehatan
Raka Lestari • 15 Januari 2019 15:53
Jakarta: Pingsan yang juga disebut sinkop terjadi ketika otak tiba-tiba mengalami penurunan kadar darah atau oksigen (atau keduanya) karena penurunan tekanan darah dan detak jantung.
 
"35 persen orang akan mengalami setidaknya satu kali pingsan dalam hidup mereka, baik karena irama jantung yang tidak normal, kepanasan, atau penyebab lainnya," menurut Julian Stewart, MD, profesor kardiologi pediatrik di New York Medical College. Dan pingsan dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
 
Ketahui gejala pingsan seperti di bawah ini dan lakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk menghindari cedera dan memastikan bahwa pingsan tidak menyebabkan kondisi medis lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Anda merasa pusing atau kepala yang berat
"Ketika Anda berbaring, darah didistribusikan secara seragam, dan ketika Anda berdiri, darah dengan cepat turun karena gravitasi," kata Dr Stewart. Saat darah menjauh dari otak Anda ketika Anda berdiri, tekanan darah Anda turun, dan Anda mulai merasa pingsan.
 
Jika Anda sering mengalami sakit kepala ringan saat berdiri, Dr Stewart merekomendasikan meremas otot-otot di tubuh bagian bawah, seperti paha, betis, dan glutes, sebelum Anda berdiri. Ini akan memompa darah kembali ke bagian atas tubuh Anda, mencegah penurunan cepat tekanan darah begitu Anda berdiri.
 
(Baca juga: Beberapa Kelebihan dari Otak Perempuan)
 
Gejala-gejala yang dialami Ketika akan Pingsan
(Ketika Anda berdiri, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak Anda. Foto: Guillaume Bolduc/Unsplash.com)
 
2. Anda mulai hiperventilasi
"Kebanyakan orang sebelum pingsan, mereka akan mengalami hiperventilasi," kata Dr Stewart. Ketika otak mendeteksi kadar oksigen yang lebih rendah, tubuh Anda akan memicu untuk mulai bernapas lebih cepat untuk menyedot lebih banyak udara untuk menyelamatkan jiwa.
 
Jika Anda mulai hiperventilasi cari tempat duduk atau berbaring, tutup mata Anda, dan letakan tangan di perut Anda. Kemudian fokuslah untuk mengambil napas yang lambat dan dalam. Usahakan untuk menghirup dan menghembuskan napas melalui mulut.
 
3. Ujung jari atau bibir Anda kesemutan
Ketika aliran darah ke otak Anda berkurang, kalsium dalam aliran darah Anda tiba-tiba bisa turun juga. Ketika itu terjadi, Anda mungkin merasa kesemutan atau mati rasa di ekstremitas Anda (terutama di ujung jari dan di sekitar bibir Anda).
 
Longgarkan ikat pinggang, kerah, atau pakaian konstriksi lainnya sebelum Anda duduk untuk membuka saluran udara dan membiarkan darah Anda bersirkulasi, mengirim oksigen dan darah kembali ke otak Anda.
 
4. Anda merasa ada sensasi hangat
Jika Anda akan pingsan, Anda mungkin mengalami apa yang disebut "demam kepala", atau sensasi hangat yang mengalir ke seluruh tubuh Anda.
 
Ternyata, apa yang sebenarnya Anda rasakan adalah peningkatan cepat dalam aliran darah karena jantung Anda mengimbangi kekurangan darah dan oksigen di otak Anda. "Tubuh sebenarnya mengalami lonjakan aliran darah ke tempat yang salah seperti lengan dan kaki Anda," kata Dr Stewart.
 
5. Terlalu lama berdiri
Ketika Anda berdiri, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak Anda. "Jantung kita berada di atas otot-otot kita yang bekerja, dan itu bukan situasi yang terbaik," kata Dr Stewart.
 
Karena lebih banyak aliran darah diarahkan ke lengan dan kaki Anda saat Anda berdiri, otak Anda mungkin mulai kehilangan sumber daya utama jika Anda berdiri terlalu lama.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi