Periksa kesehatan Anda secara teratur agar tahu tindakan tepat sebelum terserang stroke. (Foto: Pexels.com)
Periksa kesehatan Anda secara teratur agar tahu tindakan tepat sebelum terserang stroke. (Foto: Pexels.com)

Apa itu Stroke?

Rona stroke
Sunnaholomi Halakrispen • 10 Mei 2019 06:44
Stroke terkadang disebut dengan serangan otak. Stroke terjadi dalam dua cara utama, yaitu gumpalan menghalangi aliran darah ke otak Anda (stroke iskemik). Dan kedua adalah ketika pembuluh darah pecah atau bocor di otak Anda disebut dengan stroke hemoragik. Dengan kedua jenis stroke itu, sel-sel otak tidak dapat hidup lebih dari beberapa menit tanpa oksigen.
 

Jakarta: Jika Anda terserang stroke, itu berarti ada sesuatu yang memotong suplai darah otak Anda. Ini kondisi darurat, karena tanpa oksigen dan nutrisi dari darah, bagian otak Anda yang terpengaruh dengan cepat, mulai mati.
 
Jadi Anda, atau seseorang yang bersama Anda, harus segera menelepon nomor telepon darurat atau ambulans.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Anda harus mengetahui apa saja gejala stroke yang sering kali tidak diketahui banyak orang. Yakni, mati rasa atau kelemahan tiba-tiba di satu sisi tubuh, tidak bisa bicara, penglihatan ganda atau kabur di salah satu mata, mendadak pusing atau jatuh.
 
Stroke terkadang disebut dengan serangan otak. Stroke terjadi dalam dua cara utama, yaitu gumpalan menghalangi aliran darah ke otak Anda. Ini adalah stroke iskemik.
 
Sedangkan, ketika pembuluh darah pecah atau bocor di otak Anda disebut dengan stroke hemoragik. Dengan kedua jenis stroke itu, sel-sel otak tidak dapat hidup lebih dari beberapa menit tanpa oksigen.

Proses stroke

Pada stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah, gumpalan menghentikan perjalanan darah melalui pembuluh di otak atau leher. Kebanyakan stroke tipe iskemik ini sebesar 80-90 persen.
 
Beberapa gumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah dan tetap tinggal, menghalangi aliran darah di otak. Dokter menyebut kondisi ini dengan trombosis serebral. Penyebabnya biasanya adalah kolesterol tinggi dan arteri yang menyempit atau mengeras yang memompa darah ke seluruh tubuh.
 
Stroke juga dapat terjadi jika gumpalan terbentuk di bagian lain dari tubuh Anda. Biasanya terjadi di jantung atau dada bagian atas dan leher, serta bergerak naik melalui aliran darah Anda hingga menghalangi aliran darah ke otak Anda. Kondisi ini merupakan emboli otak.
 
Terkadang, gumpalan larut atau copot dengan sendirinya. Ini adalah serangan iskemik sementara atau TIA (Transient ischaemic attack). Meskipun TIA tidak melukai otak secara permanen, Anda tidak dapat mengetahui apakah yang sedang terjadi itu TIA. 
 
Apa itu Stroke?
(Anda harus mengetahui apa saja gejala stroke yang sering kali tidak diketahui banyak orang. Periksa secara teratur kesehatan Anda. Foto: Pexels.com)
 
Maka demikian, Anda harus menghubungi nomor telepon darurat atau ambulans ketika terjadi gejala pertama. Jangan pernah ragu atau menunggu untuk melihat jelas apakah gejala itu betul-betul stroke. Mungkin akan terlambat untuk membantu perawatan yang tepat. Sebab, mengalami TIA juga dapat berarti bahwa Anda berisiko mengalami stroke penuh nantinya.
 
Sementara itu, stroke yang disebabkan oleh pendarahan atau stroke hemoragik lebih jarang terjadi dibandingkan dengan peristiwa orang terserang stroke iskemik. Akan tetapi, jika terjadi bisa berisiko lebih parah dan mematikan.
 
Paling sering, itu terjadi setelah aneurisma, titik menipis atau melemah pada arteri yang telah menggelembung akibat tekanan, meledak. Di waktu lain, dinding arteri tumbuh rapuh dari waktu ke waktu dari plak lemak dan kemudian pecah.

Usia penderita stroke

Perlu diingat bahwa stroke dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, kemungkinan stroke meningkat dengan cepat setelah usia paruh baya.
 
Untuk menghindari peluang Anda terserang stroke, jagalah tekanan darah Anda agar tetap dalam kondisi sehat. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau lebih dari 130 per 80, ini adalah patokan pegangan Anda untuk menurunkan kemungkinan terkena stroke.
 
Hindari mengunyah atau mengonsumsi tembakau, merokok, bahkan perokok pasif. Karena, ini menyebabkan perubahan fisik pada tubuh Anda. Bisa terjadi pengentalan darah dan membuatnya lebih mungkin membeku dan menyebabkan penumpukan lemak di arteri Anda.
 
Kontrol juga kadar kolesterol Anda agar tidah meningkat. Jika dibiarkan besar, berisiko membuat plak menumpuk di arteri Anda, sehingga Anda berisiko lebih besar mengalami penggumpalan yang menyebabkan serangan jantung atau stroke.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif