(Foto: NPR)
(Foto: NPR)

Sperma Bisa Jadi Tempat Berkembang Biak Virus

Rona studi kesehatan
Raka Lestari • 24 September 2017 19:21
medcom.id, Jakarta: Hal-hal yang berhubungan dengan pertumbuhan mikroba dalam organ seksual, tampaknya masih menarik perhatian bagi beberapa kalangan. Hal ini dikarenakan bakteri ataupun virus yang terdapat dalam vagina dan sejenisnya dapat mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, mulai dari risiko keguguran sampai infeksi HIV.
 
Namun ternyata tidak hanya pada vagina, cairan sperma pun bisa menjadi sarang bagi berbagai macam virus. Para ilmuwan melaporkan dalam terbitan Emerging Infectious Diseases edisi November, setidaknya 27 virus bisa hidup di cairan sperma termasuk Ebola, Marburg, Chikungunya, dan Demam Lassa.
 
Para dokter di Universitas Oxford telah menyusun daftar lengkap setelah menganalisis lebih dari 3.800 studi.
Sebagian besar virus ini muncul sementara dalam cairan sperma setelah seseorang terinfeksi. Sisanya akan bertahan selama beberapa dekade.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa virus seperti HIV, Hepatitis C dan beberapa virus herpes diketahui menyebar melalui kontak seksual. Sedangkan untuk virus lainnya, masih belum diketahui apakah mungkin menulari pasangan melalui kontak seksual.
 
Menurut Dr Amesh Adalja, dokter penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security, virus bisa bertahan hidup selama beberapa dekade dalam cairan sperma karena testis memiliki "hak istimewa".
 
"Itu berarti sistem kekebalan tubuh tidak dapat melindungi testis dan juga organ lainnya," tambahnya.
 
"Jadi, testis bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan dimana virus bisa bebas dari sistem kekebalan tubuh." Inilah yang menyebabkan virus dapat bertahan pada cairan sperma.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif