Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hidung manusia dapat membedakan setidaknya satu triliun bahkan lebih banyak aroma. (Foto: Pexels.com)
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hidung manusia dapat membedakan setidaknya satu triliun bahkan lebih banyak aroma. (Foto: Pexels.com)

Studi: Hidung Manusia Mampu Bedakan Lebih dari 1 Triliun Aroma

Rona studi kesehatan
Anda Nurlaila • 12 Juni 2019 14:22
Penulis studi Leslie Vosshall menunjukkan hidung manusia dapat membedakan setidaknya satu triliun bahkan lebih banyak aroma. Hal tersebut didasari fakta hidung memiliki 400 reseptor penciuman. Ada lebih dari 128 molekul bau, jadi jangan membatasi diri Anda pada 10.000 aroma saja.
 

 
Jakarta: Bau karet terbakar dan aroma segar setelah hujan tentu sangat mudah dibedakan. Tetapi kemampuan indra penciuman manusia ternyata lebih dari yang diperkiraan sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hidung manusia dapat membedakan setidaknya satu triliun bahkan lebih banyak aroma. Padahal ada pendapat yang menyatakan manusia hanya mampu membedakan 10 ribu aroma.
 
Seorang peneliti dari Universitas Rockefeller New York dan rekan penulis studi Leslie Vosshall mengatakan, "Manusia memiliki perasaan rendah diri terhadap penciuman," katanya merujuk pada kepekaan indra penciuman tajam pada hewan lain.
 
Hewan menggunakan indra penciuman untuk mencari makanan, menghindari bahaya dan bahkan menemukan pasangan."Kita (manusia) adalah pencium yang jauh lebih baik daripada yang kami duga," kata Vosshall kepada Live Science.
 
Studi: Hidung Manusia Mampu Bedakan Lebih dari 1 Triliun Aroma
(Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hidung manusia dapat membedakan setidaknya satu triliun bahkan lebih banyak aroma. Foto: Pexels.com)

Studi hidung dan aroma

Dalam berbagai literatur ilmiah dan majalah populer disebutkan indra penciuman manusia hanya mampu membedakan 10 ribu aroma. Tapi hanya sedikit ilmuwan yang benar-benar mengujinya.
 
Dalam studi, peneliti menduga bahwa hidung dapat membaui lebih dari 10 ribu aroma. Hal tersebut didasari fakta hidung memiliki 400 reseptor penciuman. Mata manusia hanya memiliki tiga reseptor warna, namun kita dapat melihat hingga 10 juta warna, catat para peneliti.
 
Selama studi Vosshall dan rekannya menguji berbagai kombinasi bau yang berbeda dan memperkirakan hasilnya dan menghitung jumlah total aroma yang dapat dibedakan oleh hidung manusia.
 
Para peneliti menciptakan campuran 128 molekul aroma berbeda. Secara individual, molekul-molekul itu menyerupai bau seperti rumput atau jeruk, tetapi ketika semuanya digabungkan, aroma campurannya terasa asing.

Metode penelitian aroma

Tim Vosshall memberi sukarelawan tiga botol aroma. Salah satu dari dua aroma digabungkan dengan aroma ketiga sehingga mencipta aroma berbeda. Peserta diminta mengidentifikasi bau yang unik. Para relawan mengulangi proses untuk lebih dari 260 set botol.
 
Para peneliti menghitung seberapa sering sukarelawan mengidentifikasi dengan tepat botol yang berbeda. Kemudian memperkirakan berapa banyak aroma yang bisa dibedakan oleh rata-rata orang dari semua campuran 128 molekul.
 
Temuan itu mengungkapkan bahwa manusia bisa mencium setidaknya satu triliun aroma berbeda. "Tetapi jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, karena ada lebih dari 128 molekul bau," kata Vosshall.
 
Para peneliti tidak memecah hasil berdasarkan jenis kelamin, etnis atau faktor lain untuk penelitian ini. Namun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita muda Kaukasia yang bukan perokok dengan berat badan normal memiliki indra penciuman terbaik.
 
Vosshall berharap penelitian ini menginspirasi orang untuk mencium dunia dengan cara baru. "Jangan membatasi diri Anda pada 10.000 aroma, gunakan satu triliun penuh," ungkapnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif