NEWSTICKER
    Ilustrasi-Pexels
    Ilustrasi-Pexels

    Perbedaan Cairan Sanitizer dengan Cairan Disinfektan

    Rona Virus Korona virus corona hand sanitizer disinfektan
    Raka Lestari • 22 April 2020 15:05
    Jakarta: Dalam mencegah penyebaran covid-19, pemerintah menganjurkan untuk sebisa mungkin berada di dalam rumah. Sementara jika ada yang harus tetap bekerja di luar rumah, ada beberapa yang harus diperhatikan sebelum bersenggama dengan keluarga.
     
    Sebab, bisa saja kuman menempel di berbagai permukaan barang-barang di rumah. Seperti gagang pintu, kursi, meja. Dan untuk mencegah hal tersebut, penting untuk selalu membersihkan permukaan benda di rumah.
     
    Cairan sanitizer atau cairan disinfektan mungkin yang paling banyak dipilih untuk membersihkan permukaan barang di rumah. Tetapi banyak yang belum mengetahui bahwa keduanya memiliki perbedaan.

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


    Dilansir Metro, perbedaan utama pada keduanya adalah bahwa cairan sanitizer hanya mengurangi jumlah kuman di permukaan. Sedangkan cairan disinfektan dapat membunuh sebagian besar dari kuman pada permukaan.
     
    “Ini tergantung pada bahannya. Cairan disinfektan penuh dengan bahan kimia seperti hidrogen peroksida yang menyerang komponen sel virus,” ujar Alexander Aiken dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.
     
    Ia menambahkan bahwa sanitizer mengandalkan zat kimia seperti klorin yang mengurangi jumlah kuman di permukaan tanpa harus membunuh kuman-kuman tersebut.
     
    “Meskipun kedengarannya disinfektan merupakan pilihan yang lebih baik, yang terpenting adalah sebisa mungkin mengurangi kemungkinan Anda terkena virus dan sanitizer memang memiliki ukuran yang mudah dibawa-bawa," ujar Aiken.
     
    Selain itu, cairan sanitiser bekerja lebih cepat dibandingkan cairan disinfektan. Cairan disinfektan membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk membersihkan permukaan benda dari kuman atau bakteri.
     
    “Kita tahu bahwa virus korona bisa bertahan berjam-jam bahkan berhari-hari tergantung pada materialnya. Misalnya saja, virus korona bisa bertahan pada pegangan pintu logam hingga empat jam, sedangkan pada kardus bisa bertahan sampai 24 jam,” ujar Aiken.
     
    Winston Morgan, dari Toxicology and Clinical Biochemistry di UEL memperingatkan bahwa lonjakan penggunaan produk sanitasi dan pembersih tangan secara tiba-tiba. Sebab dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap cairan sanitizer yang mungkin bisa menyebakan risiko kesehatan lebih lanjut.
     
    “Saat menggunakan cairan sanitizer dan produk pembersih, baca instruksi yang terdapat dalam kemasan secara seksama karena jika tidak digunakan dengan benar maka pembersihannya tidak akan efektif,” tutup Morgan.
     
    (FIR)


    social
    FOLLOW US

    Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

    Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

    unblock notif