"Kami mempercayai bahwa setiap individual yang memiliki gangguan menggigit kuku tersebut mungkin saja seseorang yang inginkan kesempurnaan. Dan terjadi karena merasa cemas, " Dr. Kieron O’Conner. (Foto: Global Young Voices)

Menggigit Kuku Bisa Mengungkapkan Kepribadian Anda

Rona psikologi
Yatin Suleha • 10 Juli 2017 11:55
medcom.id, Jakarta: Kuku kita melalui banyak hal, dari tersangkut di sweater, pecah di sisinya, tertekan saat mengetik, dan jika Anda menggigitnya bisa jadi lebih buruk lagi.
 
Onychophagia (kebiasaan menggigit kuku) tak hanya merusak kuku Anda. Sekali Anda melakukannya, sangat sulit untuk menghilangkannya. Belum lagi permasalahan lain seperti infeksi dan dapat memecah gigi perlahan-lahan, bisa terjadi.
 
Para peneliti telah mengategorikan hal ini dengan sebutan body-focused repetitive disorder (tidak jauh berhubungan dengan obsessive-compulsive disorders), tindakan yang biasanya membantu seseorang ketika ada stres dan cemas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menggigit Kuku Bisa Mengungkapkan Kepribadian Anda
 
Akan tetapi, kebiasaan menggigit kuku bisa mengungkapkan sesuatu selain stres level Anda. 
 
Menurut studi dari the Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry, bahwa ini berarti Anda adalah seorang pecinta kesempurnaan (perfectionist).
 
Penelitian dan survei dilakukan oleh 48 partisipan, setengahnya dari wanita memiliki gangguan berulang pada fokus-bagian tubuh. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memiliki gangguan tersebut menunjukkan tanda-tanda perfeksionis dalam hal mengorganisasi banyak hal. 
 
Diantaranya seperti terlalu memikirkan tentang detail di tubuh mereka, rencana yang berlebihan-karena ingin hasil yang sempurna, dan cepat merasa frustasi.
 
Para partisipan ditempatkan pada empat situasi yang didesain untuk membuat mereka stres, frustasi, bosan, dan rileks. 
 
(Baca juga: Bahaya Sering Gigit Kuku)
 
Tiga kondisi pertama diasosiasikan dengan emosi yang dapat menyebabkan body-focused repetitive disorder (gangguan berulang tentang fokus-pada tubuh mereka) untuk memberikan setiap orangnya rasa gugup, termasuk menggigit kukunya.
 
Menggigit Kuku Bisa Mengungkapkan Kepribadian Anda
 
"Kami mempercayai bahwa setiap individual yang memiliki gangguan tersebut mungkin saja seseorang yang inginkan kesempurnaan. Artinya, mereka tak bisa rileks atau tenang untuk menjalankan tugas dengan kecepatan yang normal saja," ucap  penulis sekaligus peneliti Dr. Kieron O’Conner.
 
"Mereka rawan frustasi, ada rasa ketidaksabaran, dan tidak puas. Mereka khawatir tidak mencapai tujuan mereka." Hasil negatif dari rasa-rasa tersebut adalah menggigit kuku.
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif