Konsumen mi instan memang memiliki peningkatan asupan beberapa mikronutrien tertentu--Pexels
Konsumen mi instan memang memiliki peningkatan asupan beberapa mikronutrien tertentu--Pexels

Dampak Mengkonsumsi Mi Instan saat Diet

Rona tips kesehatan Di Bawah Helm Proyek
Sunnaholomi Halakrispen • 21 Juni 2019 15:42
Untuk lidah orang Indonesia mi instan adalah makanan yang cukup diminati. Namun ada baiknya memilih mi instan yang terbuat dari biji-bijian utuh. Sebab, Mi jenis ini dapat meningkatkan kandungan serat dan meningkatkan perasaan kenyang.
 

Jakarta:
Mi instan mudah dimasak, terasa enak, dan mengenyangkan meskipun hanya menyantap satu porsi. Mungkin Anda memanfaatkannya untuk menjadi menu diet menurunkan berat badan Anda.
 
Protein terbukti meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi rasa lapar, menjadikannya berguna dalam pengelolaan berat badan. Serat, di sisi lain, bergerak perlahan melalui saluran pencernaan, membantu meningkatkan perasaan kenyang sekaligus meningkatkan penurunan berat badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir healthline, beberapa penelitian telah menemukan bahwa konsumsi mi instan secara teratur dapat dikaitkan dengan buruknya kualitas diet secara keseluruhan. Satu studi membandingkan diet konsumen mi instan dan konsumen mie non-instan.
 
Konsumen mi instan memang memiliki peningkatan asupan beberapa mikronutrien tertentu. Mereka mengalami penurunan asupan protein, kalsium, vitamin C, fosfor, zat besi, niasin, dan vitamin A.
Dampak Mengkonsumsi Mi Instan saat Diet
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa konsumsi mi instan secara teratur dapat dikaitkan dengan buruknya kualitas diet secara keseluruhan--Pexels
 
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa konsumen mi instan memiliki peningkatan asupan natrium dan kalori dibandingkan dengan konsumen mi instan. Mi instan juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan sindrom metabolik, suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
 
Sebuah studi tahun 2014 mengamati diet pada 10.711 orang dewasa. Ditemukan bahwa makan mi instan setidaknya dua kali seminggu meningkatkan risiko sindrom metabolik pada wanita. Studi lain melihat status vitamin D dan hubungannya dengan faktor makanan dan gaya hidup pada 3.450 orang dewasa muda.
 
Asupan mi instan dikaitkan dengan penurunan kadar vitamin D. Itu juga terkait dengan obesitas, gaya hidup yang menetap, dan asupan minuman yang dimaniskan dengan gula.
 
Sementara itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi mungkin memiliki efek negatif pada orang-orang tertentu yang sensitif terhadap garam. Orang-orang ini mungkin lebih rentan terhadap efek natrium dan peningkatan asupan natrium yang selanjutnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
 
Untuk menangani hal tersebut, cobalah memilih mi instan yang aman untuk kesehatan. Misalnya, pilihlah mi instan yang terbuat dari biji-bijian utuh. Mi jenis ini dapat meningkatkan kandungan serat dan meningkatkan perasaan kenyang.
 
Mi instan rendah sodium juga tersedia dan dapat membantu menurunkan asupan natrium Anda untuk hari itu. Anda juga dapat menggunakan mi instan sebagai bahan dasar dan menambahkannya dengan beberapa bahan sehat untuk membuat makanan yang lebih sempurna.
 
Menambahkan beberapa sayuran dan sumber protein yang baik dapat meningkatkan profil nutrisi dari menu makan mi instan Anda. Namun, perlu digarisbawahi bahwa mi instan memiliki nutrisi yang rendah. Maka, sebaiknya hindari menjadikannya makanan pokok dalam diet Anda.

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif