Menurut pakar kesehatan agar gula tambahan tidak menimbulkan gangguan kesehatan, konsumsinya harus kurang dari 10 persen dari diet harian. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Menurut pakar kesehatan agar gula tambahan tidak menimbulkan gangguan kesehatan, konsumsinya harus kurang dari 10 persen dari diet harian. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mengenali "Gula Tambahan" dalam Makanan dan Minuman

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 07 Juni 2019 09:10
Christine Mikstas, RD, LD, dalam "What Happens When You Cut Out Added Sugar?" menyebutkan hampir semua makanan dalam kemasan yang sering kita konsumsi mengandung gula tambahan. Agar gula tambahan tidak menimbulkan gangguan kesehatan, konsumsinya harus kurang dari 10 persen dari diet harian.
 

Jakarta: Gula secara alami terdapat dalam berbagai makanan seperti buah, sayuran, susu, keju, dan bahkan biji-bijian. Sebutir buah apel misalnya, mengandung berbagai vitamin, mineral, nutrisi dan serat yang menyehatkan.
 
Adapun gula tambahan adalah kalori ekstra yang dimasukkan dalam produk makanan tanpa nutrisi tambahan. Dilansir dari tulisan Christine Mikstas, RD, LD, dalam "What Happens When You Cut Out Added Sugar?" hampir semua makanan dalam kemasan yang sering kita konsumsi mengandung gula tambahan. 
 
"Kue, es krim, permen, soda, biskuit, dan roti yang dijual mengandung berbagai gula tambahan selama proses produksinya," ujar Mikstas. Ia juga menambahkan gula tambahan bahkan juga ada di dalam produk seperti saus tomat, makanan kaleng, buah kaleng, yogurt, saus spageti dan dressing salad. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, asupan terlalu banyak gula tambahan artinya menambah kalori kosong yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
 
Agar gula tambahan tidak menimbulkan gangguan kesehatan, konsumsinya harus kurang dari 10 persen dari diet harian. Jumlah ini sekitar 11 sendok teh jika diet harian mencapai 1.800 kalori per hari. 
 
Beberapa ahli merekomendasikan bahkan kurang dari itu, yakni 9 sendok teh atau sekitar 38 gram per hari untuk pria, dan 6 sendok teh atau 25 gram untuk wanita. 
 
Mikstas menyebutkan jika Anda pecinta soda, minum sekaleng soda seberat 12 ons berarti Anda mengonsumsi 39 gram gula atau sekitar 9 sendok teh. Artinya satu kaleng sudah memenuhi takaran gula tambahan harian yang dianjurkan. 

Berbagai nama "Gula Tambahan"

Gula tambahan ada dalam tiga perempat makanan kemasan yang dijual bebas. Agak sulit melacak gula tambahan dalam kemasan karena gula tambahan memiliki lebih dari 50 nama. 
 
Beberapa nama yang umum antara lain sirup jagung, sirup jagung fruktosa tinggi, gula mentah, gula tebu, jus tebu, dekstrosa, agave, sirup beras merah, gula kelapa, gula barley malt, dan banyak lagi. 
 
Mengenali
(Christine Mikstas, RD, LD, dalam "What Happens When You Cut Out Added Sugar?" menyebutkan hampir semua makanan dalam kemasan yang sering kita konsumsi mengandung gula tambahan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mengukur gula tambahan dalam label 

Pada label nutrisi, gula terdaftar pada "karbohidrat total". Hingga saat ini, konsumen hanya dapat menduga apakah karbohidrat mengandung gula tambahan. Hal lain yang perlu diperhatikan saat melihat label kemasan adalah jumlah kalori total dalam produk. Terlalu banyak kalori juga buruk bagi tubuh.
 
Cara paling mudah menurunkan asupan gula tambahan adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan. Sebagai gantinya, makan makanan utuh seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang menyajikan kebutuhan nutrisi harian yang lebih sehat. 
 
Hal lainnya adalah memerhatikan label nutrisi pada kemasan. Setelah mengetahui kandungan gula dalam produk, Anda dapat menguranginya. 
 
Contoh, setelah olahraga lebih sehat minum air putih daripada minuman olahraga atau minuman berkarbonasi.
 
Mikstas menyebutkan kandungan dalam minuman kadang lebih buruk daripada makanan padat dan bahkan memicu rasa lapar menjadi semakin buruk.
 
Akan lebih baik jika Anda menggantinya dengan minum air putih dan makanan sehat dan berserat. Ganti camilan Anda dengan yang sehat seperti biji-bijian atau buah.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif