Sebuah studi menemukan bahwa ukuran otak manusia terus membesar dibandingkan ukuran nenek moyang kita tiga juta tahun lalu. (Foto: Allef Vinicious/Unsplash.com)
Sebuah studi menemukan bahwa ukuran otak manusia terus membesar dibandingkan ukuran nenek moyang kita tiga juta tahun lalu. (Foto: Allef Vinicious/Unsplash.com)

Penyebab Ukuran Otak Manusia Terus Membesar

Rona kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 22 Februari 2018 11:45
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa ukuran otak manusia terus membesar dibandingkan ukuran nenek moyang kita tiga juta tahun lalu.
 
Ukuran otak manusia sendiri lebih besar tiga kali lipat dibandingkan spesies kerabat simpanse dan bonobo (simpanse kerdil).
 
Studi yang dipublikasi dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B tersebut menganalisa 94 fosil hominin yang merupakan salah satu 'cabang' manusia dengan genus Homo. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran otak meningkat secara perlahan dan konsisten karena adanya evolusi populasi dimana spesies berotak besar semakin dikenal dan spesies berotak kecil mulai punah. 
 
"Ukuran otak adalah salah satu sifat yang paling jelas yang membuat kita manusiawi karena berkaitan dengan kompleksitas budaya, bahasa, pembuatan alat dan semua hal lain yang membuat kita unik," kata Andrew Du dari University of Chicago dan penulis pertama studi tersebut.
 
Ia menambahkan, hominin terdahulu memiliki ukuran otak yang sama dengan simpanse dan terus mengalami peningkatan drastis.
 
Penyebab Ukuran Otak Manusia Terus Membesar
(Sebuah studi menemukan bahwa ukuran otak manusia terus membesar dibandingkan ukuran nenek moyang kita tiga juta tahun lalu. Foto: Alejandro Alvarez/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Kemampuan Otak)
 
Para peneliti membandingkan tengkorak dari 94 spesimen fosil dengan 13 spesies yang berbeda, dimulai dengan nenek moyang manusia yang paling duluan muncul. 
 
Dua diantaranya adalah Australopithecus yang merupakan spesies pra-modern dari 3,2 juta tahun yang lalu dan Homo erectus yang ada pada 500 ribu tahun yang lalu, ketika ukuran otak mulai tumpang tindih dengan manusia modern.
 
Para periset melihat bahwa ketika spesies tersebut dihitung pada tingkat klade, atau kelompok yang turun dari nenek moyang yang sama, ukuran otak rata-rata meningkat secara bertahap dalam kurun waktu tiga juta tahun.
 
Peningkatan tersebut didorong oleh tiga faktor yang berbeda, terutama karena evolusi ukuran otak yang lebih besar dalam populasi spesies individu. Penambahan spesies baru yang berotak lebih besar dan kepunahan pada spesies berotak lebih kecil juga berpengaruh. 
 
"Kebijaksanaan konvensional menyebutkan bahwa otak besar kita telah berevolusi karena serangkaian langkah yang nenek moyang kita lebih cerdas. Tidak mengherankan jika ternyata kenyataannya lebih kompleks, tanpa hubungan yang jelas antara ukuran dan perilaku otak," kata Bernard Wood, Profesor di George Washington University dan penulis senior studi tersebut.
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif