(Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
(Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Psikosis Dapat Tingkatkan Risiko Seseorang Terinfeksi Covid-19?

Rona psikologi kesehatan mental covid-19 pandemi covid-19 Psikosis pandemi
Raka Lestari • 20 Mei 2020 08:00
Jakarta: Para ahli memahami bahwa covid-19 dapat berdampak pada kesehatan mental, tetapi ada bukti baru yang menemukan bahwa ada satu kelompok yang juga rentan terkena covid-19 yaitu orang-orang yang juga mengalami psikosis. 
 
Dilansir dari Insider, psikosis adalah gejala kesehatan mental di mana seseorang menjadi kehilangan koneksi dari dunia nyata dan mungkin mereka bisa mengalami kesulitan memahami antara mana yang nyata dan mana yang delusi. 
 
Berdasarkan sebuah studi terbaru yang ditulis dalam jurnal Schizophrenia Research, para ahli menyebutkan bahwa pandemi dan epidemi yang terjadi pada 15 tahun terakhir menemukan bahwa wabah dapat menyebabkan stres yang mengarah kepada diagnosis psikosis dan orang-orang dengan psikosis lebih rentan terkena penyakit wabah itu sendiri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu efek samping dari psikosis, yang berkaitan dengan stres atau sebaliknya, dapat membuat orang lebih rentan terhadap infeksi, menurut penelitian gabungan dari University of Melbourne, La Trobe University, dan University of Warwick tersebut. 

Yang dirasa penderita psikosis

Karena psikosis dapat membuat orang merasa terputus dari kenyataan, mereka mungkin lebih sulit memahami dan mengikuti panduan kesehatan seperti jarak sosial, menggunakan masker, dan juga menjaga kebersihan diri sendiri. 
 
“Penelitian ini menunjukkan mengenai adanya kontaminasi, dan kemampuan seseorang dengan psikosis dalam memahami konsep seperti jarak sosial, menjaga kebersihan diri, dan yang lainnya untuk mencegah penyebaran infeksi, berbeda dari orang pada umumnya,” ujar Dr Ellie Brown, peneliti di di Orygen youth mental health center di University of Melbourne. 
 
Risiko ini akan lebih besar lagi terutamanya ketika seseorang dengan psikosis tersebut memiliki juga faktor risiko lain, seperti tidak memiliki rumah atau tidak memiliki akses kepada penyedia layanan kesehatan atau penyedia layanan kesehatan mental. 
 
“Covid-19 adalah pengalaman yang sangat menegangkan bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan mental yang kompleks,” kata Dr Brown. 
 
"Kita tahu bahwa psikosis, dan episode psikosis pertama, umumnya dipicu oleh tekanan psiko-sosial yang substansial. Dalam hubungannya dengan covid-19, ini bisa termasuk stres yang berkaitan dengan isolasi atau masalah keluarga yang mungkin timbul selama isolasi,” tutupnya. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif