FITNESS & HEALTH

Alasan Semicolon Jadi Tanda Berjuang Buat Mental Health

Yatin Suleha
Selasa 03 Maret 2026 / 15:27
Ringkasnya gini..
  • Amy Bleuel adalah orang yang pertama yang mengaitkan makna simbol semicolon dengan kesehatan mental.
  • Simbol semicolon digunakan Amy Bleuel akan hubungannya dengan kesehatan mental.
  • Project Semicolon didirikan Amy Bleuel untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang berjuang mengatasi gangguan kesehatan mental.
Jakarta: Mungkin kamu pernah melihat seseorang di media sosial mengunggah atau memasang tato simbol “titik koma” atau “semicolon”. Ya, sekilas itu hanyalah sebuah tanda baca. Namun ternyata ada makna tersembunyi di balik simbol sederhana itu.

Apa makna simbol semicolon? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), titik koma adalah tanda baca yang berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Oleh sebab itu, kita sering melihat tanda baca titik koma di bagian akhir klausa atau di tengah kalimat.
 
Seperti namanya, maka tanda baca titik koma terdiri dari dua simbol, yaitu simbol titik dan simbol koma. Simbol titik ini letaknya ada pada bagian atas, sedangkan simbol koma berada dibawahnya. Simbol ini biasa disebut dengan tanda semicolon. 
 

Kaitannya dengan kesehatan mental



(Project Semicolon didirikan Amy Bleuel untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang berjuang mengatasi gangguan kesehatan mental. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Amy Bleuel adalah orang yang pertama yang mengaitkan makna simbol ini dengan kesehatan mental. Pada April 2013, ia mendirikan sebuah organisasi nonprofit bernama Project Semicolon.

Project Semicolon didirikan untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang berjuang mengatasi gangguan kesehatan mental, depresi, bunuh diri, kecanduan, dan keinginan menyakiti diri sendiri.

“(Simbol) Itu menggambarkan kelanjutan. Biasanya, penulis menggunakan semicolon ketika mereka memilih untuk tidak mengakhiri sebuah kalimat. Kamu adalah penulis itu dan kalimat itu adalah hidupmu. Kamu memilih untuk melanjutkannya,” ujar Amy pada Trauma and Mental Health Report.

Gerakan ini Amy lakukan setelah ayahnya bunuh diri pada 2003 silam. 

“Aku ingin menyebarkan cerita (ayahku) untuk meningkatkan kesadaran orang-orang (terhadap kesehatan mental). Butuh waktu 10 tahun untukku melakukan ini. Cerita ya membawa harapan untuk orang lain, itu yang menjadi inspirasiku,” beber Amy dalam cerita tersebut.

Setelah Amy membuat simbol ini menjadi lebih bermakna, banyak orang-orang yang memasang tato semicolon. Banyak dari mereka yang menceritakan kisah hidup mereka dan menunjukkan kesadaran mereka terhadap kesehatan mental.
 
Kesehatan mental memang sangat penting dan tidak bisa dianggap remeh. 

Jika sebuah simbol sederhana saja dapat memberikan harapan hidup bagi seseorang, bagaimana dengan dukungan orang-orang tercinta? Jangan lupa perhatikan kesehatan mentalmu dan orang-orang tercintamu, ya!


Ajeng Putri Yuwono

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH