FITNESS & HEALTH
Rajin Skincare tapi Lupa ke Dokter Gigi? Ini Risiko yang Sering Diabaikan
A. Firdaus
Sabtu 06 Juni 2026 / 16:13
- Kesehatan gigi tidak hanya berpengaruh pada penampilan, melainkan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Pendekatan yang lebih relevan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa merawat gigi bukan sekadar kebutuhan estetika.
- Melalui kampanye #BeraniTampil, SATU Dental ingin mengubah persepsi bahwa perawatan gigi identik dengan rasa takut atau prosedur yang rumit.
Jakarta: Tren self-care dan gaya hidup sehat semakin populer di kalangan Gen Z dan milenial. Mulai dari rutin menggunakan skincare, berolahraga, hingga menjaga pola makan, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan penampilan. Namun, ada satu aspek kesehatan yang masih kerap terabaikan, yakni kesehatan gigi dan mulut.
Padahal, kesehatan gigi tidak hanya berpengaruh pada penampilan, melainkan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang yang menunda pemeriksaan gigi karena rasa takut, bingung harus memulai dari mana, atau khawatir dengan biaya perawatan.
Melihat fenomena tersebut, SATU Dental meluncurkan kampanye #BeraniTampil untuk mendorong masyarakat. Khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kesehatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, mengatakan banyak orang rela menginvestasikan waktu dan biaya untuk merawat penampilan, tetapi sering melupakan pentingnya menjaga kesehatan gigi.
"Kita sering berinvestasi besar pada penampilan luar, tetapi melupakan bahwa senyum yang sehat adalah aset kepercayaan diri yang paling utama," ujar Satria dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Dari sisi medis, salah satu masalah yang masih sering ditemukan adalah kebiasaan masyarakat yang baru datang ke dokter gigi saat keluhan sudah terasa mengganggu.
Menurut dokter gigi spesialis prostodonsia SATU Dental, drg. Melissa Delania, Sp.Pros, pola pikir tersebut justru dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi yang lebih parah dan membutuhkan tindakan yang lebih kompleks.
"Banyak orang baru datang ke klinik ketika sudah merasakan sakit yang mengganggu aktivitas. Padahal, kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda jauh lebih efisien dan dapat meminimalkan risiko tindakan kuratif yang berat," jelas dr. Melissa.
Pemeriksaan gigi secara berkala memungkinkan dokter mendeteksi masalah sejak tahap awal, seperti karies, radang gusi, penumpukan plak, atau masalah gigitan yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada awal kemunculannya.
Para ahli kesehatan juga menegaskan bahwa kondisi rongga mulut dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi dan gusi yang tidak terawat berpotensi meningkatkan risiko infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan kualitas hidup akibat rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
Karena itu, menjaga kesehatan gigi tidak hanya bertujuan memperoleh senyum yang estetik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan di masa depan.
Perawatan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, membatasi konsumsi makanan manis, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap optimal.
Melalui kampanye #BeraniTampil, SATU Dental ingin mengubah persepsi bahwa perawatan gigi identik dengan rasa takut atau prosedur yang rumit. Edukasi kesehatan gigi dikemas lebih dekat dengan generasi muda melalui kolaborasi bersama kreator konten Keluarga Artis, yang dikenal dengan gaya komunikasi santai dan menghibur.
Menurut Satria, pendekatan yang lebih relevan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa merawat gigi bukan sekadar kebutuhan estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang.
"Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa merawat gigi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, transparan, dan didukung penuh oleh tenaga profesional sejak langkah pertama," tuturnya.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, SATU Dental juga mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan pemeriksaan gigi gratis di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 5-7 Juni 2026.
Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kesehatan gigi bukan pelengkap dalam rutinitas self-care, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat yang perlu dijaga sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Padahal, kesehatan gigi tidak hanya berpengaruh pada penampilan, melainkan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang yang menunda pemeriksaan gigi karena rasa takut, bingung harus memulai dari mana, atau khawatir dengan biaya perawatan.
Melihat fenomena tersebut, SATU Dental meluncurkan kampanye #BeraniTampil untuk mendorong masyarakat. Khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kesehatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, mengatakan banyak orang rela menginvestasikan waktu dan biaya untuk merawat penampilan, tetapi sering melupakan pentingnya menjaga kesehatan gigi.
"Kita sering berinvestasi besar pada penampilan luar, tetapi melupakan bahwa senyum yang sehat adalah aset kepercayaan diri yang paling utama," ujar Satria dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Jangan tunggu sakit baru ke dokter gigi
Dari sisi medis, salah satu masalah yang masih sering ditemukan adalah kebiasaan masyarakat yang baru datang ke dokter gigi saat keluhan sudah terasa mengganggu.
Menurut dokter gigi spesialis prostodonsia SATU Dental, drg. Melissa Delania, Sp.Pros, pola pikir tersebut justru dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi yang lebih parah dan membutuhkan tindakan yang lebih kompleks.
"Banyak orang baru datang ke klinik ketika sudah merasakan sakit yang mengganggu aktivitas. Padahal, kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda jauh lebih efisien dan dapat meminimalkan risiko tindakan kuratif yang berat," jelas dr. Melissa.
Pemeriksaan gigi secara berkala memungkinkan dokter mendeteksi masalah sejak tahap awal, seperti karies, radang gusi, penumpukan plak, atau masalah gigitan yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada awal kemunculannya.
Kesehatan gigi berkaitan dengan kesehatan tubuh
Para ahli kesehatan juga menegaskan bahwa kondisi rongga mulut dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi dan gusi yang tidak terawat berpotensi meningkatkan risiko infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan kualitas hidup akibat rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
Karena itu, menjaga kesehatan gigi tidak hanya bertujuan memperoleh senyum yang estetik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan di masa depan.
Perawatan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, membatasi konsumsi makanan manis, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap optimal.
Ubah persepsi tentang perawatan gigi
Melalui kampanye #BeraniTampil, SATU Dental ingin mengubah persepsi bahwa perawatan gigi identik dengan rasa takut atau prosedur yang rumit. Edukasi kesehatan gigi dikemas lebih dekat dengan generasi muda melalui kolaborasi bersama kreator konten Keluarga Artis, yang dikenal dengan gaya komunikasi santai dan menghibur.
Menurut Satria, pendekatan yang lebih relevan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa merawat gigi bukan sekadar kebutuhan estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang.
"Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa merawat gigi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, transparan, dan didukung penuh oleh tenaga profesional sejak langkah pertama," tuturnya.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, SATU Dental juga mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan pemeriksaan gigi gratis di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 5-7 Juni 2026.
Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kesehatan gigi bukan pelengkap dalam rutinitas self-care, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat yang perlu dijaga sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)