Diperlukan waktu 14 hari untuk menunjukkan gejala yang muncul setelah Anda terkena virus cacar air. (Foto: Pexels.com)
Diperlukan waktu 14 hari untuk menunjukkan gejala yang muncul setelah Anda terkena virus cacar air. (Foto: Pexels.com)

Segala Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Cacar Air

Rona cacar air
Torie Natalova • 09 April 2019 08:04
Cacar air adalah infeksi virus pada kulit dan membran mukosa, yang menyebabkan lenting pada seluruh tubuh dan wajah. Cacar air sangat menular yang menyebabkan ruam melepuh, seperti gatal pada kulit.
 

 
Jakarta:
Cacar air adalah penyakit umum yang biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun. Gejalanya meliputi ruam gatal dan bintik-bintik merah. Bintik-bintik tersebut kemudian berkembang menjadi lepuh berisi cairan sebelum berubah menjadi keropeng dan akhirnya rontok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gejala lain dari cacar air yakni suhu badan tinggi, sakit kepala, mual, nyeri, dan kehilangan nafsu makan. Secara medis, cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat.
 
Lepuh pada kulit yang digaruk dapat menyebabkan infeksi lebih lanjut, kurang tidur dan jaringan parut permanen. Namun, ada beberapa obat bebas untuk mengatasi rasa gatal yang melepuh tersebut.
 
Biasanya diperlukan waktu 14 hari untuk menunjukkan gejala yang muncul setelah Anda terkena virus cacar air. Anak-anak lebih rentan terkena cacar air. Virus cacar menyebar melalui kontak langsung dengan lepuh cacar air yang rusak dan udara, yang dapat ditransfer ke objek.
 
Segala Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Cacar Air
(Cacar air adalah infeksi virus pada kulit dan membran mukosa, yang menyebabkan lenting pada seluruh tubuh dan wajah. Foto: Pexels.com)
 
(Baca juga: Kenali Gejala Herpes Zoster, Cacar Air yang Aktif Kembali)
 
Menurut konsultan medis Dr Morrison, cacar air itu sangat menular. Hanya berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang menderita cacar air selama beberapa menit, sudah cukup bagi virus untuk menyebar di udara melalui pernapasan, bersin atau batuk dan menginfeksi siapapun yang tidak kebal dengan virus ini.
 
Orang dewasa yang belum pernah terpapar virus cacar air sebelumnya dapat tertular dan sering lebih parah terkena gejalanya. Cacar air dapat menyerang seseorang lebih dari sekali, tetapi ini jarang terjadi.
 
Komplikasi serius jarang terjadi pada anak-anak yang sehat, tetapi bisa terjadi pada dewasa. Mereka yang paling berisiko yakni mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah, penderita leukimia, HIV, penyakit jantung atau paru-paru, mereka yang jalani kemoterapi, wanita hamil atau bayi di bawah satu bulan.
 
Komplikasi yang dapat terjadi bisa termasuk radang paru-paru, radang otak, ginjal dan testis. Risiko komplikasi cacar air lebih serius untuk bayi baru lahir, wanita hamil yang belum pernah menderita cacar air, orang yang menjalani kemoterapi, pasien yang minum obat untuk menekan sistem kekabalan tubuh.
 
Pengobatan untuk cacar air yang paling utama adalah menghilangkan gejala. Terkadang, bintik-bintik menjadi terinfeksi bakteri dan antibiotik diperlukan untuk mengatasinya.
 
Cara terbaik mengobati cacar air yaitu tidak membungkus kulit yang melepuh karena semakin hangat kulit semakin banyak bintik-bintik yang muncul.
 
Kunjungi dokter di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Pondok Indah, RSCM - Kencana untuk mengonsultasikan lebih lanjut jika anggota keluarga Anda terkena cacar air.
 


 
(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif