Jakarta: Bubble tea adalah minuman teh yang berisi jelly berbentuk bola berwarna warni. Dalam beberapa tahun ke belakang, minuman ini kerap digemari banyak orang dari berbagai kalangan.
Tapi tahukah Anda kalau kandungan dalam bubble tersebut sebenarnya tidak terlalu bergizi? Seorang ahli gizi, Bonnie Taub-Dix, mencoba menjabarkannya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Seperti dilansir Reader's Digest, bubble atau bola-bola jely tersebut terbuat dari tepung tapioka, yang dibuat dari pati yang diekstrak dari singkong. Bola-bola jely tersebut direbus sampai lunak kemudian direndam dengan gula dan madu untuk menambah rasa. Sehingga saat dicampur dengan teh, membuat penampilan bubble tea lebih menarik.
Akan tetapi, kandungan kalori dalam bola-bola tersebut bisa mencapai 160 kalori per seperempat sajian. Dalam artian, bubble tea dapat mengandung 300-400 kalori dengan semua gula dan sirup yang ditambahkan. Selain itu, minuman ini juga tidak mengandung banyak nutrisi atau bisa dibilang kurang mineral, vitamin, dan serat.
"Bubble tea, pada dasarnya hanyalah seperti teh biasa. Namun ini lebih seperti gula yang disamarkan sebagai teh. Secangkir teh biasa, yang memiliki kandungan nol kalori ditambah gula, kemudian berubah menjadi minuman bubble tea yang mengandung lebih dari 400-an kalori. Sebagian besar berasal dari gula dan pati," ujar Taub-Dix yang juga merupakan pendiri BetterThanDieting.com.
Banyaknya orang yang menggemari minuman bubble tea justru dianggap memperihatinkan oleh Taub-Dix. Pasalnya pada saat program hidup dan makan sehat tengah gencar dipromosikan, masih ada yang mengonsumsi minuman yang berasal dari Taiwan ini.Baca juga: Apakah Air Alkali Dibutuhkan oleh Tubuh?
"Hal itu sangat mengejutkan bahwa minuman manis dan tinggi kalori seperti itu bisa menjadi sangat populer pada saat kampanya hidup dan makan sehat sudah banyak dilakukan," sambung Taub-Dix.
Tidak apa-apa untuk meminum bubble tea, asalkan kadang-kadang. Sebab mungkin bukan ide yang baik untuk meminumnya setiap saat.
Meski demikian, Taub-Dix juga menyarankan agar mengalihkan kebiasaan tersebut. Misalnya, mengganti mengonsumsi minuman bubble tea dengan cukup mengunyah permen karet. Sebab menurutnya, bisa menghemat ratusan kalori dan baik untuk gigi Anda.
Namun jika Anda tetap ingin mengonsumsi bubble tea, disarankan untuk mengurangi kandungan gulanya, atau Anda bisa memesan teh biasa. Seperti black tea, green tea, atau herbal tea yang ditambahkan dengan 'bubble'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
