FITNESS & HEALTH

Pagi-Pagi Udah Bikin Jantung Stres? Ini Kebiasaan yang Harus Kamu Stop

A. Firdaus
Sabtu 18 April 2026 / 10:15
Ringkasnya gini..
  • Tubuh mengalami perubahan fisiologis signifikan di pagi hari.
  • Arteri sangat sensitif terhadap perubahan tekanan darah, hidrasi, hingga aktivitas metabolik seperti olahraga.
  • Perbaikan gaya hidup tidak harus ekstrem.
Jakarta: Banyak orang mengira kesehatan jantung hanya ditentukan oleh pola makan besar atau olahraga rutin. Padahal, kebiasaan kecil sejak bangun tidur justru bisa menjadi penentu kondisi jantung dalam jangka panjang.

Konsultan kardiolog intervensi di Manipal Hospital, Pune, Akash Motgi menjelaskan bahwa tubuh mengalami perubahan fisiologis signifikan di pagi hari. Pada waktu tersebut, tekanan darah mulai meningkat, hormon stres mencapai puncak, dan sistem kardiovaskular beralih dari kondisi istirahat ke aktif.

“Meski ini proses normal, ada kebiasaan tertentu yang bisa memperburuk dampaknya pada arteri seiring waktu dan berkontribusi pada hasil kesehatan jantung yang lebih buruk,” ujar Akash, dikutip dari Hindustan Times.
 
Ia menambahkan, arteri sangat sensitif terhadap perubahan tekanan darah, hidrasi, hingga aktivitas metabolik seperti olahraga. Jika tubuh terus-menerus terpapar kebiasaan yang kurang sehat, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular akan meningkat.
 

Kebiasaan pagi yang diam-diam merusak jantung


Beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan pembuluh darah:
 

1. Melewatkan sarapan




Tidak sarapan dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kondisi ini memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan keinginan makan berlebih sepanjang hari. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada peningkatan kolesterol dan memberi tekanan pada arteri.
 

2. Sarapan tinggi garam dan makanan olahan


Makanan instan atau tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Kelebihan garam membuat tubuh menahan cairan, sehingga membebani kerja jantung dan pembuluh darah.
 

3. Konsumsi kafein berlebihan saat perut kosong


Minum kopi atau teh kuat tanpa makan terlebih dahulu dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini bisa memberi tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.
 

4. Merokok setelah bangun tidur


Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kebiasaan merokok di pagi hari saat kondisi tubuh masih sensitif dapat mempercepat kerusakan arteri.
 

5. Tidak bergerak sama sekali




Kurangnya aktivitas fisik di pagi hari membuat sirkulasi darah melambat. Padahal, gerakan ringan seperti peregangan atau berjalan santai sudah cukup membantu menjaga elastisitas pembuluh darah.
 

6. Mengabaikan hidrasi


Setelah tidur semalaman, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Tidak segera minum air membuat darah lebih kental dan meningkatkan beban kerja jantung.
 

7. Memulai hari dengan stres


Langsung membuka ponsel, terburu-buru, atau memikirkan pekerjaan dapat meningkatkan hormon kortisol. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini berdampak buruk pada tekanan darah dan kesehatan arteri.
 

Perubahan kecil, dampaknya besar


Akash menekankan bahwa perbaikan gaya hidup tidak harus ekstrem. Langkah sederhana seperti sarapan seimbang, mengurangi garam, cukup minum air, serta mengelola stres sudah cukup membantu menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, pemeriksaan rutin juga penting, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Jika tidak dikendalikan, kerusakan pembuluh darah dapat berujung serius. Dalam kondisi tertentu, pasien bahkan memerlukan tindakan medis seperti angioplasti dengan pemasangan stent hingga operasi bypass.

“Akumulasi kebiasaan harian, sekecil apa pun, dapat memicu masalah kardiovaskular tanpa disadari hingga terlambat,” pungkas Akash.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH