FITNESS & HEALTH

Bahaya Sengatan Listrik pada Anak yang Kelihatan Sepele, tapi Bisa Fatal!

A. Firdaus
Sabtu 18 April 2026 / 11:09
Ringkasnya gini..
  • Luka kecil di kulit belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
  • Cedera akibat sengatan listrik tidak selalu terlihat dari luar.
  • Arus listrik akan mengalir melalui tubuh dan bisa menimbulkan berbagai dampak.
Jakarta: Sengatan listrik pada bayi atau anak, terjadi saat tubuh mereka bersentuhan langsung dengan sumber listrik. Misalnya menggigit kabel, memasukkan benda logam ke stopkontak, atau bermain di dekat alat listrik. 

Ketika itu terjadi, arus listrik akan mengalir melalui tubuh dan bisa menimbulkan berbagai dampak, dari ringan hingga sangat serius.

Cedera akibat sengatan listrik tidak selalu terlihat dari luar. Luka kecil di kulit belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya, karena kerusakan di dalam tubuh bisa jauh lebih parah. Tingkat keparahan biasanya dipengaruhi oleh sumber listrik, besar tegangan, kekuatan arus, serta lamanya kontak terjadi.
 
Hanya tenaga medis profesional, yang bisa memastikan seberapa parah cedera akibat listrik. Meskipun terlihat baik-baik saja, tetap ada kemungkinan terjadi gangguan serius pada organ dalam.

Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa cara arus listrik bisa menyebabkan cedera serius:

1. Gangguan pada jantung hingga henti jantung karena aliran listrik mengacaukan ritme jantung.
2. Kerusakan organ dalam seperti jantung, ginjal, otak, serta jaringan otot, tulang, dan saraf.
3. Luka bakar, baik di bagian luar kulit maupun di dalam tubuh.
4. Cedera tambahan akibat jatuh atau terpental setelah tersengat listrik.

Gejala yang mungkin muncul dan terlihat lebih ringan:

• Kebas atau kesemutan pada bagian tubuh tertentu.
• Otot tiba-tiba berkontraksi atau kaku.
• Nyeri atau tubuh terasa lemah.
• Sakit kepala.
• Kejang dalam beberapa kasus.

Penyebab paling umum sengatan listrik pada anak kecil:

1. Menggigit atau mengunyah kabel listrik.
2. Memasukkan benda logam seperti sendok ke dalam stopkontak atau mendekatkan mulut ke sumber listrik.
3. Bermain dengan kabel, lampu hias, atau dekorasi listrik (misalnya lampu pohon Natal).
4. Berada di air saat alat listrik aktif atau jatuh ke dalam air, seperti pengering rambut di bak mandi.

Karena risikonya bisa sangat berbahaya, penting untuk selalu memastikan lingkungan rumah aman dari sumber listrik terbuka, terutama di area yang mudah dijangkau anak-anak.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH