NEWSTICKER
Ilustrasi-Antara/Mohamad Hamzah
Ilustrasi-Antara/Mohamad Hamzah

Perbedaan Self Monitoring dengan Self Isolation

Rona Coronavirus virus corona covid-19 cara virus korona menyebar apa itu isolasi
Raka Lestari • 16 Maret 2020 14:05

Jakarta: Self isolation dan self monitoring merupakan istilah yang cukup sering didengar di tengah penyebaaran wabah covid-19 ini. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum memahami perbedaan di antara keduanya tersebut.

“Self isolation bisa dilakukan oleh seseorang dengan gejala infeksi saluran napas secara volunteer atau rekomendasi petugas kesehatan untuk dilakukan isolasi di rumah. Jenis sakit yang dialami juga tergolong sakit ringan,” jelas Dr.dr. Erlina Burhan MSc.Sp.P(K) dari Departemen Pulmoologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI – RSUP Persahabatan sekaligus Satgas Waspada dan Siaga Covid-19 PB IDI.“
 
"Durasi self-isolation jika positif covid-19, tergantung rekomendasi petugas kesehatan atau sampai dikatakan negatif,” tambahnya. 

Sedangkan self monitoring, dr. Erlina menjelaskan, cara ini direkomendasikan untuk seseorang yang terpapar dengan kasus covid-19 positif atau riwayat perjalanan ke negara terjangkit.
 
”Jika seseorang mengalami gejala, maka self monitoring tersebut perlu ditingkatkan menjadi self isolation. Selain itu, lakukan juga kontak atau telepon dengan layanan kesehatan terdekat," terang dr. Erlina.

Lebih lanjut, dr. Erlina juga memberikan tips apa saja yang perlu dilakukan ketika self isolation, seperti berikut ini:

-Idealnya, ruangan terpisah dengan anggota keluarga yang lain.
-Jaga jarak dengan orang sehat minimal 1 meter.
-Selalu menggunakan masker.
-Terapkan etika batuk dan bersin, menggunakan tissue, langsung buang ke tempat sampah tertutup, cuci tangan.
-Hindari pemakaian barang pribadi bersama seperti alat makan, alat mandi, linen, dan lainnya.
-Tisu, sarung tangan, dan pakaian yang terpakai oleh pasien harus dimasukkan ke wadah linen khusus dan terpisah.
-Cuci pakaian dengan mesin cuci suhu 60 – 90 derajat celcius dengan deterjen biasa.
-Pembersihan dan desinfektan rutin area yang tersentuh.
-Batasi jumlah perawat yang merawat pasien, pastikan perawat sehat.
-Batasi pengunjung atau membuat daftar yang mengunjung.
-Tetap di rumah dan dapat di kontak.
-Jika harus keluar rumah, gunakan masker, hindari menggunakan transportasi umum dan hindari tempat ramai.
-Ventilasi ruangan yang baik (buka jendela).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif