Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes. (Foto: Dok. Kemenkes)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes. (Foto: Dok. Kemenkes)

Hindari Virus Korona, Perlukah Masker N95?

Rona Virus Korona kemenkes virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Februari 2020 12:30
Jakarta: Sejumlah wilayah di beberapa negara telah terpapar novel coronavirus Covid-19 atau yang biasa dikenal dengan nama virus korona. Penggunaan masker pun disarankan agar virus dari penyakit yang diderita seseorang tidak menular ke orang lain di sekitarnya. Namun, perlukah mengenakan masker N95?
 
Sebelum menyimpulkannya, perlu diketahui bahwa seluruh pihak masih sedang memelajari isu penyebaran Covid-19. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes.
 
"Semuanya sedang belajar. Virus ini transisinya melalui apa sih, ada yang ngomong droplet, airborne, ada yang ngomong virus contact, dan semuanya belum ada kepastiannya lebih detail mengenai hal-hal itu," ujar Anung di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan bahwa masker merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan penularan. Apabila, penyakit tersebut sifatnya airborne.
 
Namun, jika sifatnya droplet akan berbeda lagi upayanya. Sehingga, kata Anung, ada hal utama yang sangat penting diketahui, dipahami, dan diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, dalam melakukan upaya pencegahan penularan virus.
 
"Saat ini untuk mengurangi kepanikan atau untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan operasional yang lain, sebenarnya yang kita dorong itu adalah perilaku lebih sehat," paparnya.
 
"Kalau salaman ya tidak jabat tangan, kepal tangan saja tos (saling mempertemukan masing-masing kepalan tangan sejenak)," tambahnya.
 
Menurutnya, kunci perilaku hidup bersih dan sehat saling berkaitan dan tidak bisa hanya salah satu yang diterapkan. Misalnya, hanya mengenakan masker.
 
"Enggak bisa kita bilang silakan pakai masker tapi cuci tangannya enggak usah. Bahkan kita harus juga cuci tangan," tuturnya.
 
Kemudian, cara batuk pun harus diperhatikan, yakni dengan menutup mulut dengan kain yang dipakai atau tisu. Bukan menutup mulut dengan tangan, karena tangan akan terkontaminasi virus atau bakteri dari air liur yang keluar.
 
"Kemudian, kita dengan mudah pakai masker seperti N95 untuk mengurangi penularan yang sifatnya dari udara, itu pun memakainya harus dengan benar dan rapat," pungkasnya.
 
Tidak ada yang salah dalam pemilihan masker. Baik hanya memakai masker bedah, masker motor, masker N95, masker N99, masker N100, ataupun masker P95.
 
Asalkan, pemakaiannya sudah dengan tepat, bukan hanya menutup area mulut atau hidung saja. Akan tetapi, menutup hidung yang mencapai bagian bawah mata, lalu masker ditarik ke bawah hingga menutup bagian dagu.
 

 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif