Foto Ilustrasi: Pexels)
Foto Ilustrasi: Pexels)

Pertanyaan-pertanyaan yang Muncul ketika Didiagnosis HIV

Rona hiv/aids
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Juni 2019 15:49
Jakarta: Mungkin banyak yang Anda khawatirkan tentang penyakit HIV. Baik penyakit itu diderita oleh keluarga, saudara, atau Anda sendiri.
 
Beberapa pertanyaan pun muncul seputar HIV. Dan biasanya pertanyaan-pertanyaan itu bisa menjadi pondasi pengetahuan Anda:

1. Bisakah pengidap HIV tetap berhubungan seks?

Pengidap HIV boleh berhubungan seks, namun dengan beberapa langkah dan perlu dilakukan hati-hati. Sebelumnya, ketahui dengan pasti bagaimana kondisi tubuh Anda dan bagaimana virus itu telah menyebar.
 
Jika Anda menggunakan obat HIV yang disebut obat antiretroviral, jumlah virus Anda mungkin cukup rendah sehingga hampir tidak ada kemungkinan Anda menularkan HIV kepada orang lain. Minumlah obat HIV sesuai resep dan lakukan tes laboratorium untuk memeriksa bahwa viral load Anda tidak terdeteksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondom juga dapat melindungi pasangan Anda dari terjangkit virus. Terlebih, jika pasangan Anda minum obat yang disebut profilaksis pra pajanan (PrEP), obat tersebut bekerja dengan sangat baik untuk menjaga agar HIV tidak tertahan di dalam tubuh mereka.

2. Kapan harus mendapatkan perawatan?

Pengidap HIV harus memulai terapi antiretroviral (ART) sesegera mungkin. Jika diterapkan setiap hari sesuai resep, obat-obatan ini akan membuat Anda tetap sehat dan akan menghalangi HIV agar tidak menyebar ke orang lain.
 
Semakin lama Anda menunggu untuk mengonsumsi obat yang disarankan dokter spesialis, semakin tinggi kemungkinan Anda terkena AIDS di kemudian hari. Begitu juga, semakin besar peluang Anda untuk menularkan HIV kepada orang lain.

3. Seperti apa pengobatan HIV?

Pengobatan HIV bergantung pada gejala dan stadium HIV yang dialami. Sebab, masing-masing penderita HIV akan mengambil campuran obat ART yang berbeda.
 
ART dapat mengendalikan HIV Anda selama beberapa waktu yang cukup panjang dan membuat lebih kecil kemungkinan Anda untuk menularkan HIV terhadap orang lain.

4. Bagaimana melindungi diri dan orang lain?

Untuk melindungi diri, segera memulai perawatan. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir menjalani hidup dengan mengidap HIV pada waktu mendatang. Banyak pengidap HIV yang bertahan menjalani hidup panjang karena rutin mengikuti perawatan dokter.
 
Sedangkan, untuk melindungi orang lain, gunakan jarum suntik sendiri atau jangan berbagi kepada orang lain. Kemudian, untuk pasangan Anda, selalu gunakan kondom ketika bercinta.
 
Terapi antiretroviral mungkin menjaga viral load Anda begitu rendah, sehingga Anda tidak mungkin menularkan HIV kepada orang lain. Tetap saja, jangan mengandalkan obat Anda sendiri. Kondom juga akan melindungi Anda dan pasangan dari penyakit lain seperti klamidia, sifilis, gonore, dan herpes.

5. Apakah pengidap HIV rentan terkena komplikasi?

HIV, jika tidak diobati, melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga Anda mungkin lebih sering sakit atau lebih sakit dari pada orang tanpa HIV. Daftar infeksi oportunistik yang mungkin Anda dapatkan termasuk pneumonia, diare, dan TBC.
 
Waspadai gejala apa pun yang harus diperiksa oleh dokter Anda. Termasuk lapisan putih di mulut atau sariawan, masalah pernapasan atau batuk yang mengganggu, serta bercak ungu, merah muda, atau kecoklatan di kulit Anda. Periksakan ke dokter juga ketika ada gejala ruam yang bisa menjadi reaksi terhadap obat-obatan.
 
Gejala lainnya yang mungkin Anda alami bisa berupa masalah penglihatan, sensitivitas cahaya, atau sakit mata; mati rasa, tusukan, atau rasa sakit di tangan dan kaki Anda; leher terasa kaku. Kemudian, kram atau rasa sakit di perut bagian bawah, diare berat, merasa bingung ketika berpikir, pembengkakan kelenjar getah bening terutama di satu sisi tubuh Anda.
 
Lawan Faktor U, Tetap Sehat dan Produktif

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif