'Balas Dendam' Tidur di Akhir Pekan Baik untuk Kesehatan
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Tak sedikit orang yang melakukan 'pembalasan' dengan memperbanyak durasi tidur di akhir pekan, karena kurang istirahat di hari kerja. Ternyata, kebiasaan tersebut dapat melawan efek merugikan kurang tidur selama seminggu. 

Penelitian yang dilakukan oleh Stress Research Institute di Stockholm University tersebut melihat data gabungan dari 43.880 orang dalam kurun waktu 13 tahun. Data tersebut berisikan informasi seputar kesehatan dan kebiasaan tidur sejak tahun 1997. 

Hasilnya, partisipan yang  berusia di bawah 65 tahun dengan durasi tidur lima jam atau kurang di akhir pekan memiliki risiko angka kematian 52 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur enam atau tujuh jam. 


Namun, mereka yang tidur singkat selama seminggu dan jumlah waktu yang lebih lama selama akhir pekan tercatat memiliki tingkat kematian yang sama dengan mereka yang secara konsisten tidur selama enam atau tujuh jam semalam.

Para peneliti juga menemukan hasil mengejutkan bahwa tidur teratur lebih dari delapan jam semalam juga bisa dihubungkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Faktor gaya hidup lain seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, mengonsumsi kopi dan aktif secara fisik, juga diperhitungkan selama penelitian.

"Mungkin, tidur akhir pekan panjang dapat mengkompensasi untuk tidur pendek pada hari kerja," demikian kesimpulan penelitian tersebut. 

Lihat video:





(DEV)