Dampak Buruk jika Sering Begadang
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Rutin begadang tak hanya menyebabkan masalah kesehatan fisik, tetapi juga psikologis.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International menemukan bahwa orang yang sering begadang menjadi lebih rentan terhadap beberapa masalah kesehatan, termasuk diabetes, gangguan neurologis, penyakit psikologis, dan risiko kematian yang lebih tinggi daripada para "morning person."

Peneliti melacak 433 ribu lebih orang dewasa di Inggris selama rata-rata enam setengah tahun.  Selama studi, lebih dari 10 ribu peserta meninggal dan para peneliti menemukan bahwa mereka yang diidentifikasi sebagai tipe orang yang sering tidur larut malam, 10 persen lebih mungkin meninggal lebih cepat daripada rekan mereka yang lebih mudah bangun pada pagi hari.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang yang sering tidur larut malam cenderung memiliki profil kesehatan yang lebih buruk, termasuk hal-hal seperti diabetes dan penyakit jantung," ujar Kristen Knutson, profesor neurologi di Northwestern's Feinberg School of Medicine, salah satu penulis dari penelitian tersebut.


"Menurut kami, apa yang mungkin terjadi adalah ada masalah bagi orang-orang yang sering begadang untuk bisa bangun lebih awal pada pagi hari," ujar Knutson.

Ketidakteraturan antara jam internal mereka dan dunia luar mereka dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan mereka dalam jangka panjang, terutama jika jadwal mereka tidak teratur. Hal ini cukup masuk akal, mengingat ritme sirkadian yang kacau dapat menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan Anda.

Menurut penelitian, orang yang sering tidur larut malam juga lebih mungkin mengalami penyakit diabetes, gangguan neurologis, gangguan pencernaan, dan gangguan pernapasan. Perlu dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada orang-orang Kaukasia, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai  perbedaan antara waktu tidur yang dibutuhkan setiap individu.



(DEV)