Dampak Positif Ketiduran Saat Menonton TV

Sri Yanti Nainggolan 10 Agustus 2018 11:36 WIB
tidur
Dampak Positif Ketiduran Saat Menonton TV
National Sleep Foundation menyebutkan bahwa 60 persen orang Amerika ketiduran saat menonton TV. (Foto: Kalegin Michail/Unsplash.com)
Jakarta: Ketiduran saat menonton TV adalah kebiasaan yang banyak orang alami. Sebuah jajak pendapat dari National Sleep Foundation menyebutkan bahwa 60 persen orang Amerika ketiduran saat menonton TV. 

Sementara, survei dari perusahaan elektronik LG melaporkan 61 persen responden mereka pun demikian.

"Untuk beberapa orang, itu adalah ritual malam. Namun, beberapa lainnya menemukan bahwa kebisingan dari TV membuat mereka santai, bahkan membantu mereka untuk tidur," ujar Vikas Kain, MD, ahli pengobatan tidur dari Northwestern Medicine Central DuPage Hospital.


Namun, sebuah studi baru menemukan bahwa ada efek lain dari kebiasaan tersebut. 

"Menurut saya, tertidur di depan TV dapat menimbulkan higienitas tidur yang buruk. Namun, ada beberapa hal positif lainnya yang bisa kita dapat," ujar pelatih tidur Chris Brantner dari SleepZoo.com.

Berikut alasan mengapa ketiduran saat menonton TV tak terlalu buruk.


("Untuk beberapa orang, menonton TV hingga ketiduran adalah ritual malam. Namun, beberapa lainnya menemukan bahwa kebisingan dari TV membuat mereka santai, bahkan membantu mereka untuk tidur," ujar Vikas Kain, MD, ahli pengobatan tidur dari Northwestern Medicine Central DuPage Hospital. Foto: Rhett Noonan/Unsplash.com)

(Baca juga: Alasan Eksim dapat Mengganggu Kualitas Tidur Malam Anda)

1. Suara bising membantu tertidur lebih cepat
"Ketika Anda mengatur volume yang cukup keras untuk meredam pikiran yang membombardir, tetapi tidak terlalu keras sehingga mencegah tubuh Anda masuk ke mode tidur, efeknya mungkin mirip dengan menggunakan mesin white noise, karena suara suasana bisa membantu mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tertidur," kata Dr Jain.

Selain itu, menonton episode TV atau film yang sudah dilihat beberapa kali dapat menimbulkan rasa keakraban dan kenyamanan sehingga lebih mudah terlelap.

2. Kualitas untuk tertidur terganggu
Tertidur di depan TV juga berarti berendam cahaya biru dari elektronik. Hal tersebut dapat mengacaukan kualitas tidur karena menekan produksi melatonin (hormon yang menjaga siklus tidur/bangun Anda) dan dapat menunda serangan tidur (jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tertidur).

Akibatnya, seseorang kehilangan beberapa pekerjaan penting yang dilakukan tubuh selama tidur, seperti mengonsolidasi memori dan menyembuhkan otot.

3. Mengurangi dampak dari layar biru
"Menonton TV yang sebenarnya dapat mengurangi jumlah cahaya biru yang Anda alami, dibandingkan dengan menggunakan gawai," ujar Brantner. Selain itu, ia juga menyarankan mode mati otomatis pada TV agar kualitas tidur manjadi lebih maksimal ketika ketiduran. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id