FITNESS & HEALTH

Perempuan Lebih Susah Tidur Dibanding Pria? Ternyata Ini Penyebabnya

Fatha Annisa
Senin 20 April 2026 / 17:29
Ringkasnya gini..
  • Pria cenderung tidur lebih mudah dan lama dibanding perempuan.
  • Kondisi tersebut bukan kebiasaan semata, melainkan ada faktor yang memengaruhi.
  • Perempuan lebih sulit tidur karena faktor hormon hingga beban pikiran.
Jakarta: Perbedaan pola tidur antara pria dan perempuan menjadi perbincangan menarik, terutama ketika banyak orang merasa pria cenderung tidur lebih lama atau lebih mudah. Fenomena ini sering dianggap kebiasaan semata, padahal ada faktor yang memengaruhi.
 
Kebutuhan tidur setiap individu memang bisa berbeda, namun secara biologis, perempuan memang lebih berisiko punya kualitas tidur yang lebih buruk dibanding laki-laki. Alasannya mulai dari masalah hormon sampai beban pikiran.
 

Alasan Pria Cenderung Tidur Lebih Mudah dan Lama

Dr. Christopher J. Allen yang merupakan dokter spesialis kedokteran tidur, menyebutkan bahwa perempuan punya tantangan unik yang membuat tidur nyenyak jadi barang mewah. Berikut faktor yang memengaruhinya:

 
Baca juga: Insomnia Lewat! 5 Buah & Sayur Ini Bikin Kamu Tidur Nyenyak Antibergadang

 

1. Hormon

Sistem hormonal perempuan jauh lebih kompleks dan sering berubah-ubah. Sedangkan laki-laki memiliki hormon tidur yang cenderung lebih stabil. Christopher menyebut faktor ini sebagai alasan terbesar.
 
Hormon perempuan, terutama estrogen dan progesteron, naik turun mengikuti siklus bulanan. Kedua hormon tersebut lah yang punya peran penting dalam mengatur siklus tidur dan menentukan seberapa dalam atau nyenyaknya tidur.
 
"Saat progesteron turun sebelum menstruasi, tidur jadi lebih sulit dan kamu jadi sering terbangun. Lalu, saat estrogen turun saat masa perimenopause, pola tidur bisa sangat berantakan," ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Senin, 20 April 2026.
 

2. Kecemasan dan Depresi

Kesehatan emosional perempuan juga punya pengaruh besar ke kualitas tidur. Menurut Christopher, perempuan lebih rentan terkena dampak langsung dari perubahan suasana hati seperti kecemasan (anxiety) dan depresi.
 
"Perempuan punya risiko dua kali lebih tinggi dibanding laki-laki untuk mengalami kecemasan dan depresi. Masalahnya, tidur yang buruk bikin kecemasan makin parah, dan kecemasan bikin tidur makin susah," jelasnya.
 
Selain itu, stres juga bereaksi beda pada otak. Laki-laki mungkin bisa tetap tidur nyenyak dalam 10 menit meski sedang mengalami stres, tapi otak perempuan cenderung tetap ‘siaga’ di saat seperti itu.

 
Baca juga: Tutorial Atur Jam Tidur Buat Orang Tua Baru, Biar Gak Jompo-jompo Amat
 

3. Mode Pengasuh (Caregiving Mode)

Perempuan sering kali jadi pengasuh utama dalam keluarga. Tanggung jawab ini sering kali terbawa sampai ke alam bawah sadar. Beban pikiran atau mental load ini pun tidak bisa mati begitu saja saat malam hari.
 
Perempuan cenderung punya kewaspadaan mental yang lebih tinggi, misalnya refleks mendengarkan suara bayi, mengurus anak yang sakit, sampai memikirkan jadwal keluarga untuk esok hari.
 
Hasilnya, perempuan merasa punya tanggung jawab besar. Dengan begitu, otak akan dalam kondisi ‘setengah siaga’ saat tidur, yang membuat tidur menjadi lebih ringan dan mudah terganggu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH