Sebuah studi dari Oregon Health & Science University (OHSU) baru saja merilis temuan mengejutkan. Meskipun kurang tidur sudah lama dikaitkan dengan masalah kesehatan, penelitian ini menemukan tidur cukup memiliki hubungan lebih kuat dengan umur panjang dibandingkan dengan diet maupun olahraga.
Para peneliti menganalisis data survei dari seluruh Amerika Serikat dari tahun 2019 hingga 2025. Hasilnya, orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam memiliki harapan hidup lebih rendah.
Bahkan, setelah memperhitungkan faktor lain seperti status pekerjaan dan tingkat pendidikan, hubungan antara kurang tidur dan pendeknya umur tetap terlihat jelas.
Satu-satunya hal yang memiliki pengaruh lebih buruk terhadap umur panjang dibandingkan kurang tidur hanyalah merokok.
"Kami selalu tahu bahwa tidur itu penting, tapi penelitian ini benar-benar membuktikannya. Orang-orang harus berusaha sebisa mungkin untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam," ujar ahli fisiologi tidur dari OHSU, Andrew McHill, dikutip dari laman sciencealert.com, Senin, 11 Mei 2026.
Penelitian ini baru bersifat observasi (pengamatan), sehingga belum bisa membuktikan secara mutlak bahwa kurang tidur langsung 'memotong' jatah umur seseorang. Namun, hasilnya menunjukkan durasi tidur setiap malam adalah indikator utama kesehatan jangka panjang.
Tidur yang cukup sangat penting bagi hampir seluruh aspek kesejahteraan kita. Bayangkan, melewatkan satu malam saja tanpa tidur sudah bisa mengganggu kerja otak dan sistem kekebalan tubuh.
Dalam jangka panjang, kurang tidur sering dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes, dua kondisi yang sangat memengaruhi harapan hidup seseorang.
Kabar baiknya, kebiasaan tidur bisa diperbaiki. Berbeda dengan beberapa faktor kesehatan yang sulit dikontrol, rutinitas tidur kita sebenarnya masih bisa diubah.
Meskipun kita punya komitmen pekerjaan atau tugas mengurus keluarga, ada beberapa hal kecil yang bisa dilakukan, seperti berhenti main HP (doomscrolling) di tempat tidur sebelum tidur, melakukan yoga atau tai chi sesekali untuk membantu tubuh lebih rileks.
American Academy of Sleep Medicine dan the Sleep Research Society merekomendasikan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa kita perlu memprioritaskan tidur, sama pentingnya, atau bahkan lebih penting, daripada menjaga makanan atau berolahraga," ujar McHill.
"Tidur nyenyak bukan hanya membuat Anda merasa lebih segar besok pagi, tapi juga membantu Anda hidup lebih lama."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News