Sindrom kepala seakan meledak terjadi ketika Anda ingin tidur (Foto Ilustrasi: John Mark Smith/Pexels)
Sindrom kepala seakan meledak terjadi ketika Anda ingin tidur (Foto Ilustrasi: John Mark Smith/Pexels)

Mengenal Sindrom Kepala 'Meledak' yang Mengganggu Tidur

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 21 Juli 2019 08:05
Pernah mengalami kepala Anda seakan meledak saat mau tidur? Meski terdengar seram, sindrom ini tidak menyakitkan. Tetapi bisa mengganggu kenyamanan tidur Anda.
 
Jakarta: Meskipun namanya sangat menyeramkan, sejatinya sindrom kepala meledak tidak menyakitkan. Sindrom ini terjadi ketika Anda mendengar suara keras tepat sebelum Anda tertidur atau bangun dari tidur, tetapi orang lain tidak mendengarnya.
 
Mungkin terasa seperti sambaran petir, suara tembakan, bom meledak, atau tabrakan keras. Seperti berada di tengah-tengah serangan jantung atau stroke. Sehingga sangat mengganggu tidur Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir WebMD, kejadian seperti ini bisa sering datang. Anda mungkin mendengar beberapa suara dalam satu malam atau bisa saja banyak suara bising yang datang dalam waktu singkat, lalu menghilang dalam waktu yang lama.
 
Para peneliti tidak tahu banyak tentang sindrom kepala yang meledak. Tapi, ada berbagai pendapat tentang penyebabnya. Di antaranya, ada kejang kecil di lobus temporal otak, stres, atau kecemasan.
 
Bisa juga datang dari beberapa gangguan tidur lainnya atau efek samping dari obat yang Anda minum. Selain itu, kondisi kesehatan medis atau mental, penyalahgunaan narkoba atau alkohol.
 
Belum diketahui, berapa banyak orang yang mengalami sindrom kepala ini. Namun, sejumlah wanita lebih cenderung mengalaminya dibandingkan dengan para pria.
 
Orang yang lebih tua mulai usia 50 tahun lebih rentan. Selain itu, anak-anak dengan usia sekitar 10 tahun juga rentan memiliki sindrom tersebut.

Cara mencegahnya

Untuk mengantisipasinya, akan dimulai diagnosa oleh dokter dengan menanyakan seberapa sering Anda mengalaminya. Kemudian, berapa lama durasi hal itu terjadi.
 
Anda perlu memberi tahu dokter Anda secara jelas tentang masalah tidur lain yang Anda miliki. Mereka perlu tahu tentang obat yang Anda minum dan jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya.
 
Biasanya, tidak ada tes untuk sindrom kepala ini. Tetapi dokter Anda mungkin ingin Anda melakukan studi tidur semalam jika Anda memiliki masalah tidur.
 
Cara ini melacak detak jantung, pernapasan, dan gelombang otak Anda saat Anda tidur, serta bisa mencatat bagaimana tubuh Anda bergerak. Dapat membantu menemukan apakah suara yang Anda dengar disebabkan oleh gangguan tidur lain.
 
Mengenai cara pengobatan, clomipramine, sebuah antidepresan, adalah pengobatan umum untuk sindrom ini. Obat itu membantu memblokir saluran kalsium.
 
Anda pun dapat melakukan tindakan lain yang membantu. Misalnya, jika Anda merasa sedang stres, Anda dapat menemukan cara untuk meredakan kecemasan Anda dengan yoga, mendengarkan musik yang menenangkan, membaca buku, serta mandi air hangat sebelum tidur.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif