Mereka yang Berusia Lanjut Memiliki Risiko Kekurangan Gizi

Raka Lestari 29 Oktober 2018 11:54 WIB
studi kesehatan
Mereka yang Berusia Lanjut Memiliki Risiko Kekurangan Gizi
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang sudah berusia lanjut memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami gangguan kesehatan mulut. (Foto: Nick Karvounis/Unsplash.com)
Jakarta: Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang sudah berusia lanjut memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami gangguan kesehatan mulut.

Pasien-pasien ini juga memiliki tingkat penurunan berat badan yang lebih tinggi, nafsu makan yang lebih rendah dan peningkatan risiko untuk demensia dan/atau depresi serta penyakit berat dibandingkan mereka yang memiliki status gizi normal.

"Mulut adalah jalan masuk untuk asupan makanan dan cairan. Jika kemampuannya terganggu, kemampuan fungsional seorang individu untuk mengonsumsi makanan yang cukup dapat berakibat buruk," kata Rena Zelig, penulis utama studi tersebut dari Universitas Rutgers di AS.


Lebih lanjut, para peneliti mengatakan bahwa dokter gigi adalah pilihan yang ideal untuk melakukan pemeriksaan status nutrisi karena dokter gigi dapat mengidentifikasi pasien yang mungkin memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut yang mungkin berisiko menyebabkan kekurangan gizi.


(Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang sudah berusia lanjut memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami gangguan kesehatan mulut. Foto: Matthew Bannet/Unsplash.com)

(Baca juga: Alasan Mengapa Lansia Cenderung Mudah Terjatuh)

"Dokter juga dapat memberikan rujukan kepada pasien ke ahli diet terdaftar atau mengikuti program pemerintah untuk mencegah penurunan lebih lanjut dalam status gizi," kata Zelig.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Aging Research dan Clinical Practice tersebut menganalisis catatan kesehatan 107 peserta yang berusia lanjut yang berusia 65 tahun ke atas.

Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,6 persen peserta beresiko kekurangan gizi dan 4,7 persen kekurangan gizi. Selain itu, lebih dari 87 persen dari mereka tidak sepenuhnya memiliki gigi yang lengkap.

Namun, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk memeriksa hubungan antara kehilangan gigi dan risiko kekurangan gizi dan dampak kehilangan gigi pada kemampuan untuk makan dan tingkat kualitas hidup yang berhubungan dengan makanan, kata para peneliti.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id