Mengapa Berat Badan Naik Saat Bulan Puasa?
Ahli gizi klinis dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK pun menjelaskan kinerja tubuh saat berpuasa. (Foto: Icons8 team/Unsplash.com)
Jakarta: Tak sedikit orang yang mengeluh berat badan naik setelah bulan puasa. Padahal, bila pola makan benar, justru hal sebaliknya yang seharusnya terjadi. 

Ahli gizi klinis dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK pun menjelaskan kinerja tubuh saat berpuasa. Makanan yang merupakan sumber energi dicerna secara normal dalam tubuh dan dapat bertahan selama 6-8 jam. Setelah jangka waktu tersebut, makanan yang sudah berubah menjadi gula pun akan habis. 

"Tubuh kemudian memakai cadangan makanan dalam tubuh yang berada di lemak dan otot," tukasnya dalam peluncuran kampanye Halodoc #PuasaSehat, Jumat 4 Mei 2018. 


Dengan siklus tersebut, seharusnya tubuh justru mengalami penurunan berat badan, mengingat aktivitas keseharian tetap berjalan normal.

Sayangnya, orang justru kalap saat momen berbuka puasa, di mana jumlah kalori terkadang melebihi kebutuhan tubuh. 


(Tak sedikit orang yang mengeluh berat badan naik setelah bulan puasa. Padahal, bila pola makan benar, justru hal sebaliknya yang seharusnya terjadi. Foto: Siora Photography/Unsplash.com)

(Baca juga: Tips Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa)

"Kebanyakan orang langsung 'hajar' saat buka puasa," ia menyebutkan penyebab utama mengapa berat badan naik.

Oleh karena itu, ia memberikan saran dalam membagi asupan kalori selama bulan puasa. Dari jumlah 2.000 kalori yang dibutuhkan rata-rata orang, ia menganjurkan untuk lebih memperbanyak asupan kalori pada saat buka puasa dibandingkan sahur. 

"Sahur sekitar 300-500 kal, sementara buka puasa sebaiknya 500-600 kal. Untuk cemilan, 300 kal sudah cukup."

Menurutnya, kebutuhan 2.000 kal tersebut tak harus terpenuhi karena pada dasarnya durasi makan di bulan puasa lebih singkat. 






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360