Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa partikel polusi udara dapat mencapai plasenta selama kehamilan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa partikel polusi udara dapat mencapai plasenta selama kehamilan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Studi Menemukan Bahwa Polusi Udara Bisa Mencapai Plasenta Ibu Hamil

Rona kehamilan studi kesehatan
Raka Lestari • 26 September 2019 08:00
Jakarta: Kehamilan merupakan hal yang perlu diawasi selama 24 jam penuh, mulai dari asupan makanan, minuman, waktu tidur yang dibutuhkan, bahkan sampai udara yang dihirup oleh wanita hamil tersebut.
 
Jen McGuire dalam "Air Pollution Particles Can Reach The Placenta During Pregnancy, New Study Finds" dalam Romper menyebutkan, para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa partikel polusi udara dapat mencapai plasenta selama kehamilan, yang mungkin menjelaskan penelitian-penelitian sebelumnya yang menghubungkan polusi dengan kelahiran prematur dan berat lahir rendah.
 
Hasselt University di Belgia merilis sebuah studi kecil yang dilakukan oleh para peneliti dan diterbitkan di Nature Communications.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini mengamati 10 plasenta yang disumbangkan oleh para ibu yang tinggal di dekat jalan utama dan 10 yang tinggal di daerah dengan lalu lintas lebih sedikit untuk mengetahui apakah ada partikel polusi udara.
 
Para peneliti berfokus pada plasenta karena plasenta bertindak sebagai penghalang atau pelindung sementara antara orang hamil dan janin yang sedang tumbuh, membantu memberi makan bayi sambil secara bersamaan memblokir zat yang tidak diinginkan yang ditemukan dalam aliran darah ibu, menurut Mayo Clinic.
 
Studi Menemukan Bahwa Polusi Udara Bisa Mencapai Plasenta Ibu Hamil
(Jen McGuire dalam "Air Pollution Particles Can Reach The Placenta During Pregnancy, New Study Finds" dalam Romper menyebutkan, para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa partikel polusi udara dapat mencapai plasenta selama kehamilan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
Para peneliti menemukan bahwa karbon hitam atau "jelaga" yang merupakan jenis partikel yang ditemukan dalam polutan udara, ditemukan di sisi janin dari plasenta ibu yang tinggal di daerah lalu lintas yang lebih tinggi. Tampaknya partikel-partikel dari polusi udara mampu mencapai janin melalui paru-paru ibu hingga plasenta, menurut Los Angeles Times.
 
Ini adalah studi pertama pada penelitian sejenis yang menemukan bukti langsung bahwa partikel dapat menembus plasenta. Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini adalah mekanisme potensial yang menjelaskan dampak buruk polusi terhadap kesehatan seorang anak sejak awal kehidupan dan seterusnya.
 
Tentu saja, setiap studi memiliki keterbatasan. Seorang ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Dr Yoel Sadovsky dari University of Pittsburgh Medical Center, mengatakan kepada Associated Press bahwa tidak ada bukti dalam penelitian ini bahwa jelaga mampu menjangkau janin dari plasenta.
 
Lebih lanjut, Dr Sadovsky mencatat penelitian ini tidak menghubungkan jelaga di plasenta dengan efek samping negatif pada janin, tetapi ia mengakui bahwa penemuan adanya jelaga pada plasenta merupakan sesuatu yang penting.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif