Anyang-anyangan, atau kondisi dimana Anda tidak nyaman buang air kecil adalah penyakit yang bisa diobati dengan antibiotik. (Ilustrasi/Pexels).
Anyang-anyangan, atau kondisi dimana Anda tidak nyaman buang air kecil adalah penyakit yang bisa diobati dengan antibiotik. (Ilustrasi/Pexels).

Anyang-anyangan Disembuhkan Pakai Antibiotik

Rona antibiotik
Kumara Anggita • 23 November 2019 15:05
Depok: Anyang-anyangan, atau kondisi dimana Anda tidak nyaman buang air kecil adalah penyakit yang bisa diobati dengan antibiotik. Ini karena anyang-anyangan terkait dengan bakteri.
 
Ketua KPRA, Dokter Hari Paraton menganjurkan Anda untuk memgonsumsi antibiotik dalam dosis rendah bila terkena penyakit ini.
 
"Ini anyang-anyangan yang pakai nyeri pakai badan panas itu pasti bakteri. Di kandung kemih tidak ada virusnya jadi dia memang harus pakai antibiotik. Tapi antibiotiknya jangan yang tinggi, gunakan yang paling rendah dulu," jelasnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, Kamis, 21 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kandung kemih adalah tempat dimana banyak bakteri hidup. Karena itu, Anda dianjurkan untuk tidak menahan buang air kecil agar bakteri tersebut keluar.
 
"Ada daerah-daerah yang banyak bakteri. Kalau usus itu banyak virusnya, kalau tenggorokan, hidung banyak virus. Kalau anyang-anyangan hampir semua bakteri. 
 
Menurutnya, Sebenanrya kandung kemih kita bakterinya banyak. Ada berapa juta tapi karena kita sering kencing maka sebagian keluar. Kalau anyang-anyang itu jumlahnya sudah melebihi sepuluh pangkat lima.
 
"Bayangkan satu sendok itu 15 cc, satu cc saja kalau sudah 100.000 bakteri kita sakit. Kalau satu kandung kemih berapa miliar tuh," lanjutnya.
 
Perlu diingat bahwa Anda harus minum antibiotik dengan bijaksana karena resistensi antibiotik dampaknya sangat merugikan. Bakteri jadi tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacaran bahkan kematian.
 
Bakteri akan menjadi resisten dengan cepat jika pemakaian antibiotik berlebihan sehingga menyebabkan penyakit susah disembuhkan dan penyebaran sulit dihentikan. Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat beresiko.
 
Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.
 
Masyarakat di sini berperan penting untuk memerangi resistensi antibiotik diantaranya adalah dengan melakukan beberapa hal antara lain: 
 
- Tidak membeli sendiri antibiotik tanpa resep dokter. 
 
- Jika diberikan resep antibiotik, pastikan untuk menggunakannya sesuai dosis yang diinstruksikan dokter.
 
- Selesaikan program pengobatan, jangan lewatkan dosis apa pun, dan jangan minum yang diresepkan untuk orang lain. 
 
- Lakukan vaksinasi secara berkala untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi yang perlu diobati dengan antibiotik.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif