Kadar mabuk orang berbeda alasannya karena alkohol yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan bertemu dengan hati dan melewati serangkaian proses pemecahan. (Foto: Pexels.com)
Kadar mabuk orang berbeda alasannya karena alkohol yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan bertemu dengan hati dan melewati serangkaian proses pemecahan. (Foto: Pexels.com)

Mengapa Kadar Mabuk Setiap Orang Berbeda?

Rona kesehatan pencernaan
Dhaifurrakhman Abas • 01 Maret 2019 18:19
Kadar mabuk orang berbeda alasannya karena alkohol yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan diladeni oleh hati dan melewati serangkaian proses pemecahan. Enzim yang ada di dalam hati akan memecah alkohol menjadi racun asetaldehida. Dan genetika memiliki peran utama untuk memecah alkohol menjadi racun asetaldehida.
 

Jakarta:
Sebagian orang bisa mabuk hanya dengan mengonsumsi dua gelas minuman beralkohol. Tetapi bagi sebagian orang bahkan tidak pernah merasakan mabuk meski mengonsumsi kadar alkohol yang jauh lebih tinggi.
 
Lantas bagaimana itu bisa terjadi? Pertama mari kita bahas apa yang menyebabkan tubuh mabuk ketika mengonsumsi minuman beralkohol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Times of India, alkohol yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan diladeni oleh hati dan melewati serangkaian proses pemecahan. Enzim yang ada di dalam hati akan memecah alkohol menjadi racun asetaldehida.
 
Lalu racun tersebut akan segera disingkirkan oleh tubuh melewati proses metabolisme dan proses pencernaan. Sayangnya, proses pemecahan alkohol menjadi asetaldehida lebih efektif pada beberapa orang ketimbang lainnya.
 
Genetika memiliki peran utama untuk memecah alkohol menjadi racun asetaldehida. Tubuh dengan genetik yang baik mampu memecah dan menyingkirkan produk sampingan alkohol dengan mudah
 
(Baca juga: Tips Meredakan Efek Samping Alkohol)
 
Mengapa Kadar Mabuk Setiap Orang Berbeda?
(Kadar mabuk orang berbeda alasannya karena alkohol yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan bertemu dengan hati dan melewati serangkaian proses pemecahan. Foto: Pexels.com)
 
Nah,
ketika asetaldehida tertahan lebih lama di dalam tubuh Anda, itu bisa menyebabkan mulut kering, sakit kepala, pusing, dan rasa mual. Hal ini pada singkatnya, menyebabkan apa yang sering kita sebut dengan perasaan mabuk.
 
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 terhadap 4.000 orang dari Australian Twin Registry menemukan bahwa faktor genetik menyumbang 45 persen perbedaan dalam frekuensi mabuk pada perempuan dan 40 persen pada pria.
 
Menurut penelitian lain yang diteliti University of Missouri, Columbia, perempuan bisa lebih cepat mabuk karena memiliki kadar air yang lebih sedikit di dalam tubuh ketimbang pria. Sebab Alkohol yang bersifat diuretik membuat Anda lebih cepat dehidrasi.
 
''Perempuan cenderung memiliki persentase total air tubuh lebih rendah daripada pria. Sehingga mereka rentan mencapai tingkat keracunan (asetaldehida) yang lebih tinggi dan, mungkin, lebih banyak mabuk ketika mengonsumsi alkohol,'' kata Wendy Slutske, seorang profesor psikologi yang memimpin penelitian tersebut.
 
Menurut Slutske, itulah sebabnya para ahli mewanti-wanti untuk minum sebanyak mungkin air putih saat Anda mengonsumsi minuman beralkohol. Aturannya adalah satu gelas air untuk setiap gelas alkohol yang Anda minum. Namun akan lebih baik jika Anda tidak mengonsumsinya sama sekali agar Anda tak mabuk.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif