Banyak sekali kegunaan bawang merah, namun salah satu masalah yang membuat Anda tidak begitu suka memotong bawang merah adalah rasa perih pada mata ketika Anda memotongnya.
Dilansir dari RD, diyakini karena adanya kandungan syn-Propanethial-S-oxide, zat iritan yang merangsang kelenjar lakrimal mata, yang melepaskan air mata dan lachrymatory-factor synthase.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Lachrymatory-factor synthase adalah enzim yang memang belum banyak diketahui yang ditemukan berkat beberapa penelitian di Jepang sekitar tahun 2002.

(Foto: Burhan Rexhepi/Unsplash.com)
(Baca juga: Menikmati Sajian Khas Masakan Korea dengan Gaya Gastronomi)
Menurut Library of Congress, perpustakaan nasional Amerika Serikat dan pusat riset Kongres Amerika Serikat rasa perih ketika memotong bawang terjadi karena beberapa tahap.
Tahapannya yaitu Lachrymatory-factor synthase yang dilepaskan ke udara ketika kita memotong bawang, enzim sintase mengubah asam amino sulfoksida dari bawang menjadi asam sulfenat, kemudian asam sulfenat yang tidak stabil menyusun kembali dirinya menjadi syn-Propanethial-S-oxide.
Syn-Propanethial-S-oxide masuk ke udara dan bersentuhan dengan mata kita. Kelenjar lakrimal menjadi teriritasi dan menghasilkan air mata.
Semua zat-zat iritan tersebut dilepaskan dalam volume yang lebih besar jika Anda memilih untuk menggunakan pisau tumpul karena menggunakan pisau tumpul dapat menyebabkan kerusakan berlebihan dan melepaskan bahan kimia tambahan.
Pisau tajam memberikan potongan yang lebih presisi sehingga lebih sedikit kerusakan pada dinding sel bawang dan pada gilirannya akan lebih sedikit bahan kimia yang dilepaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
