Bahaya Penggunaan Pil Pelangsing Jangka Panjang pada Paru-paru
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Menurunkan berat badan adalah salah satu resolusi yang umum dilakukan saat memasuki tahun baru. Bagi sebagian orang, pil pelangsing adalah salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan, namun penggunaan pil pelangsing biasanya disertai dengan beberapa peringatan yang harus diperhatikan.

Jika Anda  meminum pil pelangsing setiap hari selama selama tiga bulan atau lebih, Houston Methodist Hospital memperingatkan Anda untuk waspada terhadap adanya gangguan sesak napas. Merasa sesak napas adalah gejala hipertensi pulmonal yang paling umum, dan jika diketahui lebih awal, bisa diobati. Jika tidak, bisa berakibat fatal.

Dr Zeenat Safdar, direktur Pusat Hipertensi Pulmonal di Houston Methodist mengatakan bahwa sebagian besar wanita berisiko terkena penyakit ini.


"Hipertensi pulmonal adalah penyakit fatal dan banyak pasien yang datang ketika hipertensi pulmonal sudah stadium lanjut. Ini memengaruhi wanita, terutamanya mempengaruhi wanita muda produktif ampai usia 50-60 tahun," katanya.

"Saat wanita ingin menurunkan berat badan, biasanya mereka memilih pil-pil pelangsing yang mudah didapatkan, misalnya di toko obat-obatan atau di toko-toko herbal," ujar Safdar.

Hasil akhirnya, adalah pembuluh darah di paru-paru menjadi kecil dan menyempit, sehingga menghasilkan gangguan pada aliran darah sehingga bila darah tidak bisa beroksigenasi, darah tidak bisa leluasa mengalir melalui paru-paru dan bagian tubuh lainnya, sehingga Anda tidak mendapatkan cukup darah beroksigen di otak, di hati, dan di tempat-tempat lainnya, kata Safdar.

Perlu waktu bertahun-tahun untuk merasakan gejala hipertensi pulmonal. Jadi, jika Anda merasa sesak napas dan memiliki riwayat mengonsumsi pil pelangsing atau obat-obatan terlarang, penting untuk segera memberi tahu dokter Anda.





(DEV)