Jakarta: Ketika hamil dan menyusui, banyak ibu mengurangi penggunaan bahan kimia. Tapi bagaimana penggunaan produk penolak serangga? Editorial Director Global Maternal and Child Health Daphne Metland mengatakan kepada Babycenter penggunaan obat antinyamuk dengan DEET hingga 50 persen aman bagi kehamilan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Metland mengingatkan untuk tidak tergoda menggunakan obat-obatan tradisional buatan rumah seperti minyak sereh, minyak pohon teh dan vitamin B1.
"Tidak ada satupun yang terbukti mencegah dari gigitan nyamuk. Jadi sangat penting menggunakan obat nyamuk yang baik dan memakainya secara tepat," ungkap Metland.
.jpg)
(Untuk mengurangi nyamuk di dalam rumah, Anda dapat menyemprotkan antiserangga pada pakaian dan barang-barang Anda. Foto: Pexels.com)
Penggunaan yang tepat adalah dengan mengoleskan krim antiserangga di seluruh kulit yang terbuka. Pastikan Anda tidak terkena mata atau menghirupnya. Jika selesai berenang, oleskan kembali krim antinyamuk. Demikian pula jika udara panas dan lembap sehingga tubuh berkeringat.
Gunakan krim antinyamuk di atas tabir surya, karena aromanya penting untuk mencegah nyamuk. "Jika menggunakan tabir surya bersama krim antinyamuk, pilih tabir surya yang lebih kuat antara 30 hingga 50. Sebab penolak serangga menyebabkan tabir surya kurang efisien," tambahnya.
Cara lain melindungi diri dari nyamuk adalah menggunakan insektisida seperti Permethrin pada pakaian. Semprotan bahan kimia ini pada pakaian dapat membunuh serangga saat kontak. Selain pada pakaian, semprotkan juga pada tas dan barang-barang yang Anda miliki yang dapat membantu menghilangkan nyamuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
