Berdasarkan data dari pihak Telkom, selama periode pemebrian Layanan Sejiwa selama 12 hari panggilan yang masuk sebanyak 7.540 untuk berkonsultasi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berdasarkan data dari pihak Telkom, selama periode pemebrian Layanan Sejiwa selama 12 hari panggilan yang masuk sebanyak 7.540 untuk berkonsultasi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Sebanyak 7.500 Orang Menghubungi Layanan Sejiwa dalam 12 Hari

Rona psikologi kesehatan mental covid-19 pandemi covid-19 Layanan Sejiwa
Kumara Anggita • 14 Mei 2020 21:08
Jakarta: Dalam upaya untuk menyehatkan kesehatan mental para masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini, pemerintah menyediakan layanan konsultasi yang dinamakan Layanan Sejiwa. Anda bisa menceritakan masalah yang memberatkan hati Anda dan mendapat bantuan profesional.
 
Layanan ini mendapat sambutan ramai dari masyarakat, dalam waktu 12 hari sudah sebanyak 7.500-an panggilan yang masuk. 
 
“Berdasarkan data yang kita peroleh dari pihak Telkom, selama periode pemebrian Layanan Sejiwa dari tanggal 29 April 2020 sampai dengan 10 Mei 2020, selama 12 hari panggilan yang masuk sebanyak 7.540. Yang berhasil diterima petugas sebanyak 6.993, panggilan yang masu ke relawan sebanyak 737,” ujar Dr. Seger Handoyo, Psikolog dan Ketua HIMPSI dalam Video BNPB, Kamis, 14 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi rata-rata ada 61 orang per hari yang mendapatkan pelayanan psikologi,” tambahnya. Karena banyak panggilan yang masuk, Layanan Sejiwa menambahkan kuota psikolog agar semua masyarakat bisa terlayani. 
 
“Jumlah relawan psikolog yang bertugas di batch 1, bertugas selama dua minggu mulai jam 9 pagi sampai 9 malam adalah 161 relawan. Mereka akan ditambah untuk batch 2 yang bertugas minggu ini. Direncanakan penambahannya hampir dua kalinya, 286 relawan,” paparnya.
 
Tak hanya itu, jam pelayanan juga ditambah. Pada batch II, masyarakat bisa menghubungi Layanan Sejiwa sepanjang waktu. “Jam pelayanan juga direncanakan akan diperpanjang menajdi 24 jam. Hal ini diberikan supaya layanan pada masyarakat lebih baik dan luka batin yang dialami dapat ditangani sejak awal sehiingga tak menjadi gangguan lebih serius,” ungkapnya.

Apa saja masalah masyarakat Indonesia saat pandemi covid-19?

Menurutnya persoalan yang disampaikan hampir dua minggu bervariasi. Mulai dari rasa bosan yang muncul sampai psikosomatis.
 
“Mulai dari paling ringan yaitu kebosanan di rumah, kesepian, kekhawatiran diri sendiri atau keluarga tertular virus atau kecemasan sampai tak bisa tidur karena pandemi, kecemasan pandemi yang sudah mengarah pada psikosomatis, stres karena permasalahan ekonomi semakin berat, ketakutan tertular keluar dari rumah, takut ibadah tak diterima karena tidak di masjid, takut bertengkar dengan orang tua di rumah dan sebagainya,” ujarnya.
 
Untuk menangani ini, Layanan Sejiwa memulainya dengan bantuan psikologis awal, stabilisasi emosi, dan pemberian psikoedukasi. “Beberapa kasus rujukan untuk konseling dan psikoterapi karena mengalami halusinasi, psikosomatis, dan depresi,” tambahnya.
 
Segera berharap agar bimbingan konseling ini bisa semakin berkembang. “Karena saat ini sudah ada layanan konseling yang diberikan 500 psikolog di 34 provinsi namun belum tersentralisasi secara Nasional. Kalau ini lebih Nasional maka masyarakat akan lebih mudah megakses bantuan untuk kembali sehat jiwanya,” ujarnya.
 
Hubungi layanan sejiwa dengan menekan 119 lalu tekan 8. Anda akan dipandu sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif