Kebanyakan ibu menyalurkan asi simpanan di kulkas dengan menggunakan dot. (Ilustrasi.Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma)
Kebanyakan ibu menyalurkan asi simpanan di kulkas dengan menggunakan dot. (Ilustrasi.Medcom.id/K. Yudha Wirakusuma)

Risiko Penggunaaan Dot saat Memberikan ASIP

Rona air susu ibu bayi bingung puting
Kumara Anggita • 13 Mei 2020 12:59
Jakarta: Kebanyakan ibu menyalurkan asi simpanan di kulkas dengan menggunakan dot.   Dengan dot, proses pemberian asi jadi mudah dan cepat. 
 
Namun tahukah Anda bahwa ada risiko yang timbul dengan memberikan asi lewat dot? Berikut penjelasannya oleh dr Riza Sulfianna dokter dan konselor menyusui di Orami

Bingung Puting

Risiko bingung puting sampai resiko menolak menyusu langsung ke payudara ibu bisa terjadi ketika Anda menyusui anak dengan dot. Ini terjadi karena bayi dapat aliran deras tanpa harus menggunakan otot rahang dan lidah untuk mengisap (suckling) asi.
 
Hal ini sangat berbeda dengan menyusui langsung. Saat itu, bayi berusaha cukup keras untuk mengisap asi, perbedaan usaha ini terkadang membuat bayi kebingungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Riza menambahkan, jika aliran asi ibu lewat payudara tidak sederas aliran asi lewat dot, awalnya bayi mengalami perubahan daya isap, jika berlanjut bisa menolak menyusu langsung ke payudara.

Maloklusi Rahang

“Penggunaan dot membuat perkembangan rahang bayi tidak normal, karena otot-otot tidak berkembang baik karena tidak ada usaha dalam mengisap asi, berbeda dengan mengisap payudara,otot-otot rahang bekerja baik. Maloklusi tersebut berakibat gangguan menelan, mengunyah bahkan gangguan bicara,” paparnya. 

Infeksi Telinga Tengah

Takhukah Anda bahwa saat pakai dot, terkadang tidak seluruh asip (air susu ibu perah) langsung tertelan bayi, kadang terkumpul di rongga mulut dalam jangka waktu lama. 
 
“Asip yang stasis di rongga mulut bisa masuk ke saluran eustachius yakni saluran penghubung rongga mulut dengan telinga bagian tengah, hal ini yang bisa menimbulkan infeksi di sana,” ungkapnya. 

Produksi asi menurun

Dokter Riza menjelaskan bahwa daya isap bayi biasanya tidak sekuat seperti sebelum bayi kenal dot, daya isap melemah atau menyusu sebentar-sebentar, mengakibatkan pengosongan payudara tidak maksimal. Akhirnya produksi asi menurun, karena payudara yang tidak kosong memproduksi prolaktin inhibitor, yang menghambat kerja hormon prolaktin memproduksi asi.

Hilangnya bonding bayi dengan ibu

Menyusiui langsung adalah salah satu cara untuk bonding dengan bayi. Namun dengan dot, bayi bisa jadi malas minum asi langsung. Tentunya ini akan bikin ibu sedih.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif