Diskusi Media Bertajuk Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Paru. (Foto: Kumara/Medcom.id)
Diskusi Media Bertajuk Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Paru. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Sebanyak 26.000 Orang Meninggal karena Kanker Paru

Rona kanker paru
Kumara Anggita • 05 Februari 2020 19:43
Jakarta: Kanker paru seharusnya menjadi perhatian kita semua karena penyakit ini membuat cukup banyak orang meninggal.  Namun untungnya, bila diatasi dengan cepat dan tepat penyakit ini bisa dihilangkan.
 
Data Globocan 2018 menunjukkan bahwa angka kematian kanker paru di Indonesia mencapai 19,3 persen dibandingkan dengan total kematian dari seluruh kanker lainnya. Sebanyak 26.096 orang di Indonesia meninggal setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru dan kasus terbanyak terjadi di wilayah Asia Tenggara.
 
Selain itu, penyakit ini merupakan kanker penyebab kematian terbanyak bagi pria sebanyak 22,8 persen. Penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan sebanyak 14,2 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prof. Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp,PD, KHOM, FINASIM, FACP mengatakan kanker ini kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak baik. Oleh karena itu, Anda seharusnya bisa menghindarinya dengan mengubah kebiasaan buruk tersebut.
 
“Kita semua patut waspada dengan jumlah penderita kanker yang terus meningkat di Indonesia, termasuk kanker paru. Salah satu penyebab utama adalah gaya hidup yang merupakan penyebab 90-95 persen dari terjadi kanker, seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, infeksi hingga konsumsi alkohol, sedangkan sisanya diakibatkan oleh faktor keturunan,” ujarnya dalam Diskusi Media Bertajuk Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Paru di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2019.
 
“Sangat penting untuk mengupayakan menurunkan berat badan menjadi ideal, membangun pola makan yang sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur, di mana hal ini dapat mencegah kemungkinan kanker hingga 30-35 persen, disertai dengan deteksi kanker atau skrining guna membantu diagnosa lebih dini. Sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik,” lanjutnya.
 
Albert Charles Sompie selaku Penyintas Kanker Paru dan Anggota Support Group YKI Pusat mengatakan bahwa, pengalamannya melawan kanker begitu berat. Dia tahu bahwa penyakitnya ini muncul karena kebiasaan merokok yang dimulai sejak dia berumur 17 tahun hingga 47 tahun.
 
Dia berharap agar orang lain tak perlu mendapatkan pengalaman berat ini. Melawan kanker bukanlah hal yang mudah.
 
"Selain pengobatan, juga diperlukan dukungan keluarga dan orang terdekat sekaligus seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kerjasama MSD dengan YKI Pusat untuk mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai standar terbaru dalam pengobatan kanker di dunia, khususnya kanker paru. Dengan memahami dan mendapatkan pengobatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasien kanker,” ujarnya.
 
Untuk itu, Anda perlu mengetahui penyakit ini secepat mungkin. Semakin cepat Anda mendeteksinya maka semakin besar peluang Anda untuk lepas dari kanker paru.
 
“Kalau menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup akan lebih besar daripada tahap lanjut,” ujar Dokter Aru.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif