Salah satu cara yang sering kali diterapkan untuk penderita masuk angin ialah dipijat atau diurut. Ibu menyusui boleh dipijat, namun sebaiknya tidak terlalu sering karena bisa mengakibatkan ketagihan.
Perlu diingat bahwa dengan pijat tidak berpengaruh besar dalam mengobati masuk angin. Sementara itu, cara tepat mengatasi masuk angin pada ibu menyusui adalah dengan membuatnya rileks.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Bisa dengan dipijat, diberi minyak hangat. Kemudian minuman yang hangat dan tidak membuat mual, misalnya air jeruk, lemon, jahe, teh, kalau perlu campuran susu, telur, madu, dan jahe," ujar Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) kepada Medcom.id.
Tips yang paling penting ialah dengan beristirahat. Ya, tidur akan sangat membantu merilekskan, bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga baik untuk pikiran.
"Biasanya kalau orang mual atau muntah diistirahatkan. Tidur akan terjadi regenerasi kemudian semua otot kembali rileks, yang oenting tidurnya nyenyak," tuturnya.
Waktu tidur untuk meringankan masuk angin berbeda berdasarkan usia. Pada usia dewasa, cukup tidur sekitar satu hingga dua jam. Kalau untuk anak, butuh waktu lebih banyak yakni sekitar tiga hingga lima jam.
"Asalkan tidurnya nyenyak, baik, tidak terganggu kebisingan apa pun. Kalau sudah tidur, jangan diganggu sebaiknya agar bisa kembali normal tubuhnya," paparnya.
Kemudian, porsi makan dikurangi untuk sementara waktu. Tenang saja, mengurangi porsi makan tidak akan membuat tubuh dehidrasi atau kelaparan atau lemas.
Justru ketika memaksa mengonsumsi banyak makanan agar perut terisi adalah keputusan yang memberikan efek buruk. Sebab, berisiko merangsang mual dan muntah, kemudian jarak muntahnya lebih dekat. Sebaiknya, berikan makanan sedikit demi sedikit.
"Kalau terlalu banyak makanan yang masuk, yang dikeluarkan semakin banyak malah semakin lemas. Diberikan makan, misalnya tiga jam lagi lanjut makan. Jangan paksa makan makanan yang merangsang membuat muntah," pungkas Dr. Jo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
