FITNESS & HEALTH

Jangan Kalap saat Iduladha, Ini Tips Aman Makan Daging Kurban Biar Kolesterol Nggak Ikut Naik

A. Firdaus
Selasa 26 Mei 2026 / 09:15
Ringkasnya gini..
  • Masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan agar tidak memicu gangguan kesehatan.
  • Pola konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari, terutama saat hari raya.
  • Untuk mengurangi risiko, dr. Irwan menyarankan masyarakat, khususnya penderita hipertensi, menggunakan garam rendah natrium saat memasak.
Jakarta: Momen Iduladha identik dengan sajian daging kurban yang diolah menjadi sate, gulai, rendang, hingga berbagai makanan bersantan. Namun, di balik kenikmatannya, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan agar tidak memicu gangguan kesehatan.

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto MARS, mengatakan konsumsi daging dan makanan tinggi lemak secara berlebihan saat Iduladha dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan metabolik lainnya.

Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur porsi makan meski stok daging kurban di rumah melimpah.
“Kalau berkaitan menjalani Idul Adha, saya pikir itu kembali kepada diri masing-masing, jadi kita harus kontrol juga terhadap apa yang harus diperhatikan dan difokuskan dengan kebutuhan kita sendiri,” ujar dr. Irwan.

Ia menegaskan bahwa pola konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari, terutama saat hari raya ketika berbagai makanan menggoda tersedia hampir sepanjang hari.

“Pokoknya apapun yang serba berlebihan itu kalau bisa dihindari,” kata dr. Irwan.

Kemudian, dr. Irwan menyoroti penderita hipertensi sebagai kelompok yang perlu ekstra hati-hati terhadap sajian khas Iduladha. Menurutnya, makanan seperti gulai dan olahan daging berlemak umumnya mengandung garam dan santan dalam jumlah tinggi yang dapat memperburuk tekanan darah.

“Terutama yang hipertensi, jangan terlalu banyak makan yang asin-asin, terutama biasanya masakan-masakan saat Idul Adha seperti gulai dan lain sebagainya itu cukup berat, hindari,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa kandungan natrium dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah karena menarik cairan di dalam tubuh. Kondisi tersebut membuat tekanan pada pembuluh darah menjadi lebih tinggi.

“Karena garam itu mengandung natrium, natrium menarik air dari tubuh sehingga kandungan natrium tersebut bisa menyebabkan tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, itu akan memperburuk hipertensi,” ujarnya.
 

Tips terhindar dari kolesterol


Untuk mengurangi risiko, dr. Irwan menyarankan masyarakat, khususnya penderita hipertensi, menggunakan garam rendah natrium saat memasak. Selain itu, konsumsi lemak pada daging kurban juga perlu dibatasi agar kadar kolesterol tetap terjaga. Ia menyarankan masyarakat memilih bagian daging yang lebih rendah lemak dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan bersantan.

“Kalau memang ingin makan yang agak sedikit banyak, lemaknya yang dikurangi, kalau asin, gunakan garam khusus, garam dengan kandungan rendah natrium,” katanya.

Irwan juga mengingatkan agar masyarakat tidak makan berlebihan dari pagi hingga malam hanya karena persediaan makanan masih banyak di rumah selama Idul Adha.

“Intinya emang tipsnya menahan diri, jangan lapar mata,” tutur dr. Irwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH