"Satu orang tewas dan banyak bangunan di sekitar kota, termasuk sebuah sekolah dan beberapa rumah, runtuh," kata Sersan Mayor Robert Dagon dari General Santos dikutip dari Nikkei Asia, menggambarkan dampak bencana yang terjadi pukul 7:41 pagi waktu setempat.
| Baca juga: Astra Otoparts Ekspor Komponen Motor ke Filipina |
Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan sebuah sekolah, toko, dan kantor yang runtuh di kota tersebut, yang terletak 1.050 kilometer selatan ibu kota Manila. Namun, hal ini tidak dapat segera diverifikasi.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, kata Pusat Penelitian Geosains Jerman. Badan geofisika Filipina dan negara tetangga Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami, tetapi tidak ada laporan gelombang signifikan dua jam setelah bencana. Beberapa gempa susulan dengan kekuatan lebih dari 6 skala Richter dilaporkan terjadi.
Indonesia, negara tetangga, juga mengeluarkan peringatan tsunami. Seorang wanita yang tinggal di pinggiran Manado, kota besar terdekat di Indonesia dengan pusat gempa, mengatakan dia merasakan gempa tetapi menambahkan, "Kami semua baik-baik saja dan aman."
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan penangguhan kelas di semua sekolah di daerah yang terkena dampak di seluruh Mindanao pada hari pertama tahun ajaran baru di negara itu.
"Pemerintah nasional sedang bergerak, dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Saya terus berkomunikasi dengan kantor regional dan kepala eksekutif lokal kami di lapangan." tambah dia.
Filipina dan Indonesia, yang terletak di "Cincin Api Pasifik," sabuk aktif seismik yang membentang dari Amerika Selatan hingga Timur Jauh Rusia, mengalami ratusan gempa bumi setiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News