Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMJ Open pada Januari 2017 menemukan obat dengan bahan dari kakao lebih ampuh meredakan batuk daripada kodein reguler. (Foto: Pablo Merchan Montes/Unsplash.com)
Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMJ Open pada Januari 2017 menemukan obat dengan bahan dari kakao lebih ampuh meredakan batuk daripada kodein reguler. (Foto: Pablo Merchan Montes/Unsplash.com)

Benarkah Cokelat Hitam Ampuh Redakan Batuk?

Rona penelitian cokelat
Anda Nurlaila • 19 Februari 2019 11:09
Jakarta: Musim hujan identik dengan beberapa penyakit seperti seperti influenza dan batuk. Batuk yang berlangsung terus menerus seringkali mengganggu aktivitas dan waktu tidur.
 
Bila obat atau ramuan tradisional belum juga mampu meredakan batuk membandel, peneliti University of Hull di Yorkshire Inggris menyarankan untuk makan cokelat.
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMJ Open pada Januari 2017 menemukan obat dengan bahan dari kakao lebih ampuh meredakan batuk daripada kodein reguler.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama riset tim peneliti secara acak memberi salah satu dari resep obat, kodein reguler atau obat batuk berbasis kakao (CS1002) kepada 163 pasien penderita batuk.
 
Peserta diminta minum obat empat kali sehari selama seminggu dan mencatat gejala yang mereka alami. Hasilnya menemukan, CS1002 mengurangi frekuensi batuk, gangguan tidur, dan meningkatkan status kesehatan dibandingkan dengan kodein.
 
(Baca juga: Ganti Antibiotik dengan Madu saat Batuk Melanda)
 
Benarkah Cokelat Hitam Ampuh Redakan Batuk?
(Bila obat atau ramuan tradisional belum juga mampu meredakan batuk membandel, peneliti University of Hull di Yorkshire Inggris menyarankan untuk makan cokelat. Foto: Pixabay.com)
 
Tania Elliott, MD, instruktur klinis kedokteran di NYU Langone Health, mengatakan kepada Popsugar, "Studi ini menunjukkan obat batuk berbasis kakao lebih baik daripada obat batuk yang umum digunakan. Kami tidak tahu mekanisme pastinya."
 
Ini bukan studi pertama mengenai cokelat sebagai obat pereda batuk. Sebelumnya ada penelitian theobromine, bahan pembuat cokelat hitam sebagai pereda batuk.
 
Cokelat hitam juga dikenal sebagai antioksidan, "Jadi apa pun yang menenangkan sistem kekebalan tubuh bermanfaat," kata Dr Elliott.
 
Teori lainnya, menurut Elliot, biji kakao cair melapisi dan menenangkan tenggorokan seperti madu.
 
Dia menambahkan perlu penelitian lebih lanjut dalam skala besar pada biji kakao dan theobromine sebelum menyatakan obat batuk dari cokelat lebih unggul daripada obat yang beredar saat ini.
 
Beberapa peneliti menyarankan agar makan sepotong cokelat hitam (saja tanpa tambahan susu dan gula) saat batuk karena memperlambat proses batuk sekaligus menenangkan. Terdengar lucu, meski begitu, makan cokelat tidak akan memberi hasil instan.
 
"Jangan berlebihan mengasupnya. Ini (cokelat) tidak akan membuat gejala flu dan batuk hilang lebih cepat namun tidak ada ruginya memakan dalam porsi cukup," katanya.
 
Jadi, walaupun batuk takkan reda dengan cepat sepotong cokelat pasti dapat membuat Anda tersenyum.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif