Otak. DOK moroccoworldnews
Otak. DOK moroccoworldnews

Ternyata Otak Kita Lebih Pintar Kalau Semua Bagiannya Kompak Bekerja Sama, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bramcov Stivens Situmeang • 06 Maret 2026 19:04
Ringkasnya gini..
  • Kecerdasan umum bukan kemampuan spesifik atau strategi berpikir tertentu. Melainkan, pola di mana banyak kemampuan kognitif saling berkaitan.
  • Kelompok-kelompok sel saraf yang terhubung erat tetap mampu berkomunikasi secara efisien dengan area lain yang letaknya lebih jauh.
  • Membangun kecerdasan buatan yang benar-benar umum mungkin membutuhkan lebih dari sekadar memperbesar alat-alat yang sudah ada.
Jakarta: Pernahkah Sobat Medcom bertanya-tanya mengapa ada orang yang tampak pintar di banyak hal sekaligus, mulai dari pelajaran di sekolah, pekerjaan, hingga kehidupan sosial? Ternyata, ada penjelasan ilmiah di baliknya yang berkaitan langsung dengan cara kerja otak kita lho.
 
Jawabannya bukan soal satu bagian otak yang lebih berkembang, melainkan soal seberapa kompak semua bagian otak bekerja bersama. Sebelum membahas lebih jauh, yuk pahami dulu apa yang dimaksud dengan kecerdasan umum dan bagaimana para ahli mendefinisikannya.

Apa itu kecerdasan umum?

Para psikolog sejak lama mengamati kemampuan seperti perhatian, daya ingat, persepsi, dan bahasa cenderung saling berkaitan. Orang yang unggul di satu bidang biasanya juga unggul di bidang lain.
 
Pola ini dikenal sebagai kecerdasan umum dan memengaruhi seberapa efektif seseorang belajar, memecahkan masalah, serta beradaptasi dalam berbagai situasi, baik di lingkungan akademik, profesional, sosial, maupun kesehatan. Selama lebih dari seabad, pola ini mengisyaratkan kemampuan berpikir manusia bersatu di tingkat yang paling mendasar.

Namun yang belum terjawab selama ini adalah mengapa kesatuan itu bisa terjadi. Lantas, sebenarnya apa yang terjadi di dalam otak? Simak penjelasannya.
 
Para peneliti di University of Notre Dame mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Dengan menggunakan teknologi pencitraan otak yang canggih, mereka menelaah bagaimana otak terorganisasi secara keseluruhan dan bagaimana organisasi itu melahirkan kecerdasan.
 
Profesor Psikologi di Departemen Psikologi Notre Dame sekaligus Direktur Notre Dame Human Neuroimaging Center, Aron Barbey, menyebut ilmu saraf selama ini berhasil menjelaskan fungsi jaringan-jaringan tertentu di otak, tetapi kurang berhasil menjelaskan bagaimana satu pikiran yang utuh dan padu bisa muncul dari interaksi semua jaringan tersebut.
 
“Masalah kecerdasan bukan soal di mana letaknya di otak. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana kecerdasan itu muncul dari cara jaringan-jaringan yang tersebar luas berkomunikasi dan memproses informasi secara kolektif,” ujar Barbey dikutip dari laman Science Daily, Jumat, 6 Maret 2026.

Teori mengubah cara pandang kita soal kecerdasan

Barbey bersama timnya, termasuk mahasiswa pascasarjana Notre Dame, Ramsey Wilcox, menguji sebuah kerangka pemikiran yang disebut Network Neuroscience Theory. Temuan mereka dipublikasikan di jurnal Nature Communications.
 
Menurut para peneliti, kecerdasan umum bukan kemampuan spesifik atau strategi berpikir tertentu. Melainkan, ia mencerminkan pola di mana banyak kemampuan kognitif saling berkaitan secara positif.
 
Pola ini muncul dari seberapa efisien jaringan-jaringan otak terstruktur dan seberapa baik mereka bekerja sama. Untuk menguji gagasan ini, tim menganalisis data pencitraan otak dan performa kognitif dari 831 orang dewasa dalam Human Connectome Project.
 
Mereka juga menelaah kelompok independen yang terdiri dari 145 orang dewasa dalam INSIGHT Study. Hasilnya, mereka berhasil memetakan gambaran mendetail tentang organisasi otak dalam skala besar.
 
“Kami menemukan bukti adanya koordinasi di seluruh sistem otak yang sekaligus kuat dan adaptif. Koordinasi ini bukan yang menjalankan kognisi itu sendiri, tetapi yang menentukan seberapa luas operasi kognitif yang bisa didukung oleh sistem tersebut,” kata Wilcox.
 
Hasil penelitian ini mendukung empat kesimpulan utama. Pertama, kecerdasan tidak berpusat di satu jaringan otak, melainkan muncul dari pemrosesan yang tersebar di banyak jaringan sekaligus.
 
Kedua, koordinasi yang berhasil membutuhkan integrasi yang kuat dan komunikasi jarak jauh antar bagian otak. Barbey menggambarkannya sebagai sistem koneksi besar yang berfungsi seperti jalan pintas yang menghubungkan area-area otak yang berjauhan.
 
Ketiga, integrasi ini bergantung pada area-area pengatur yang mengarahkan aliran informasi di dalam otak. Area tersebut membantu memilih sistem yang paling tepat untuk setiap tugas yang dihadapi.
 
Mekanisme ini bekerja saat seseorang menafsirkan isyarat halus, mempelajari keterampilan baru, maupun menentukan pilihan antara analisis mendalam dan intuisi cepat. Keempat, kecerdasan umum juga bergantung pada keseimbangan antara spesialisasi lokal dan integrasi global di dalam otak.
 
Artinya, kelompok-kelompok sel saraf yang terhubung erat tetap mampu berkomunikasi secara efisien dengan area lain yang letaknya lebih jauh. “Kecerdasan umum baru terlihat ketika kognisi terkoordinasi, ketika banyak proses harus bekerja bersama di bawah batasan tingkat sistem,” kata Barbey.

Apa artinya bagi kecerdasan buatan dan perkembangan otak?

Temuan ini juga membawa implikasi yang lebih luas. Perspektif ini bisa menjelaskan mengapa kecerdasan cenderung meningkat di masa kanak-kanak, menurun seiring penuaan, dan sangat rentan terhadap cedera otak yang meluas.
 
Dalam setiap situasi tersebut, yang paling banyak berubah adalah koordinasi skala besar, bukan fungsi-fungsi yang terisolasi. Lebih jauh lagi, hasil penelitian ini turut menyumbang pada perdebatan seputar kecerdasan buatan.
 
Apabila kecerdasan manusia bergantung pada organisasi tingkat sistem dan bukan pada satu mekanisme serba guna. Maka, membangun kecerdasan buatan yang benar-benar umum mungkin membutuhkan lebih dari sekadar memperbesar alat-alat yang sudah ada.
 
“Banyak sistem AI bisa menjalankan tugas-tugas tertentu dengan sangat baik, tetapi mereka masih kesulitan menerapkan apa yang mereka ketahui di berbagai situasi yang berbeda. Kecerdasan manusia justru didefinisikan oleh fleksibilitas itulah yang mencerminkan keunikan organisasi otak manusia,” kata Barbey.
 
Itulah penjelasan ilmiah mengapa otak kita lebih pintar ketika semua bagiannya bekerja sama secara kompak. Semoga bermanfaat ya!
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan