Ilustrasi perut membesar karena kehamilan. Pexels
Ilustrasi perut membesar karena kehamilan. Pexels

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Perut Buncit karena Hamil dan Tumpukan Lemak

Rona kehamilan kesehatan reproduksi kesehatan perut
Medcom • 29 September 2021 14:29
Jakarta: Sebagai calon ibu, kehadiran buah hati menjadi hal yang paling dinanti-nanti. Ukuran perut yang membesar juga menjadi sebuah ciri khas pada saat kehamilan. 
 
Namun, jangan sampai terkecoh karena banyak pasangan suami istri yang tidak langsung melakukan tes kehamilan. Padahal perut yang membesar bisa jadi disebabkan tumpukan lemak.
 
Hal ini dianggap wajar karena beberapa orang kesulitan membedakan antara perut yang hamil atau buncit (kembung). "Keduanya terlihat sama. Jika seseorang ingin lebih meyakinkan dirinya (hamil atau tidak), seharusnya mereka melakukan tes (kehamilan)," dikutip dari laman Medical News Today, Rabu, 29 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lemak pada perut yang menyebabkan buncit tidak terasa sakit. Namun, perut buncit rupanya erat kaitannya dengan beragam penyakit berbahaya.
 
Jika lingkar perut membesar akibat lemak, Anda harus mewaspadai risiko terkena penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga kanker. Untuk itu, jagalah lingkar perut agar tidak terlalu lebar. Hal ini akan menurunkan indeks massa tubuh, sehingga lemak pun tidak menumpuk di perut.
 
Perbedaan perut buncit dan hamil hanya bisa dibuktikan secara pasti dengan menggunakan test pack atau datang ke dokter kandungan. Periksakan diri, karena kehamilan harus segera mendapatkan perawatan sedini mungkin agar kesehatan ibu hamil dan janin tetap terjaga.
 
Jika masih ragu atau enggan untuk melakukan tes tersebut, berikut adalah beberapa perbedaan perut buncit dan hamil yang dapat menjadi acuan awal:
 
1. Perut terasa keras
Pada saat duduk, di sinilah terdapat perbedaan yang dirasakan. Perut yang hamil memang terlihat besar, namun akan terasa kencang dan keras. Bahkan perut akan sulit untuk dicubit.
 
Sementara itu, perut akan menunjukkan lipatan dan gelambir saat duduk pada perut buncit akibat lemak yang menumpuk.
 
2. Mual
Beberapa wanita yang sedang memiliki perut buncit namun disertai mual (morning sickness), bisa jadi merupakan tanda kehamilan. Gejala mual akan dirasakan di awal kehamilan, tepatnya antara 2-8 minggu usai pembuahan.
 
Meski begitu, tak semua wanita akan mengalami mual. Ada juga wanita yang bahkan tidak merasakannya di awal kehamilan.
 
3. Sembelit
Tubuh wanita akan memproduksi hormon progesteron saat sedang hamil. Hormon ini mengakibatkan pergerakan usus menjadi lambat sehingga bisa memicu tanda hamil berupa sembelit.
 
Jika sembelit yang disertai perut buncit, belum tentu menandakan kehamilan. Bisa jadi sedang mengalami perut kembung. Pasalnya, kembung juga bisa menyebabkan perut membengkak layaknya sedang hamil muda.  
 
Untuk mengetahuinya secara pasti, belilah test pack untuk melakukan tes kehamilan.
 
4. Sering buang air kecil
Seringnya buang air kecil juga menjadi gejala kehamilan umum yang dapat terjadi. Jika perut membuncit disertai dengan sering buang air kecil, kemungkinan besarnya Anda sedang hamil. 
Selain itu, Anda juga akan merasa sering haus dan ingin minum lebih banyak air dari biasanya.
 
5. Telat menstruasi
Telat datang bulan (menstruasi) adalah gejala kehamilan yang bisa dirasakan setiap wanita. Perlu diingat, hamil muda tidak selalu menunjukkan perut buncit. Perut terlihat membesar saat ibu menginjak usia kehamilan 3 bulan hingga 5 bulan.
 
Namun, telat datang bulan belum tentu menandakan kehamilan jika memang memiliki riwayat siklus menstruasi yang tidak teratur. (Raissa Oktaviani)

 
(SUR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif