Ilustrasi. Shutterstock
Ilustrasi. Shutterstock

Gejala Parkinson Dapat Dilihat dari Perubahan Kulit

Rona parkinson
Torie Natalova • 18 Agustus 2019 12:09
Penderita Parkinson tidak memiliki zat kimia dopamin yang cukup. Kulit orang dengan Parkinson kulitnya berminyak, bersisik, merah, gatal dan dikenal sebagai dermatitis seroboik.
 

Jakarta: Parkinson adalah suatu kondisi neurologis progresif yang dapat menyebabkan masalah di otak dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Penderita Parkinson tidak memiliki zat kimia dopamin yang cukup karena beberapa sel saraf yang membuatnya telah mati.
 
DIkutip dari express, penyakit ini dapat berkembang ketika sel-sel di otak berhenti bekerja dengan baik dan hilang seiring waktu. Anda mungkin tidak dapat menyadarinya karena gejala awal bisa sangat ringan dan sering tidak diperhatikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anda kemungkinan akan merasakan lelah atau gelisah, melihat tangan atau bagian tubuh lainnya sedikit gemetar atau sulit berdiri. Orang dengan Parkinson juga sering mengalami perubahan pada kulitnya. Perubahan ini bisa termasuk berminyak, bersisik, merah, gatal dan dikenal sebagai dermatitis seroboik.
 
Perubahan paling umum pada kulit penderita Parkinson adalah peningkatan minyak, terutama di sekitar dahi, hidung dan kulit kepala, di mana lokasi kelenjar sebaceous berkumpul.
 
Parkinson dapat menyebabkan sekresi berlebih dari kelenjar ini yang menghasilkan minyak dan disebut sebum. Ini membuat kulit kenyal dan memberikan perlindungan. Namun, jika berlebihan pada kulit ini akan membuat permukaan berminyak. 
 
Beberapa orang dengan Parkinson memiliki masalah dengan sistem saraf otonom mereka yang mengontrol keringat. Kondisi ini dapat sebabkan seseorang berkeringat terlalu banyak, atau membuat kulit terlihat kering. Seringkali, penderita Parkinson mendapati produksi keringat berkurang drastis terutama di tangan dan kaki.
 
Orang-orang dengan Parkinson juga cenderung memiliki indra penciuman yang berkurang sehingga mereka tidak menyadari bau tubuhnya sendiri.
 
Sebuah studi bersama US National Library of Medicine National Institutes of Health, mengamati gangguan kulit pada penyakit Parkinson dan potensi biomarker dan faktor risikonya. 
 
Studi ini mencatat bahwa peningkatan risiko melanoma telah diamati pada mereka yang menderita penyakit ini dan bahwa kulit mungkin berguna dalam diagnosis penyakit Parkinson. Kondisi kulit termasuk dermatitis seboroik, melanoma, pemfigoid pengganggu, dan rosacea.
 
Studi ini menyimpulkan bahwa kulit cenderung berfungsi sebagai alat yang membantu dalam diagnosis Parkinson. Pasien dengan penyakit Parkinson dapat menderita berbagai gangguan kulit yang terjadi bersamaan atau sebelumnya, sehingga biopsi kulit di masa depan dapat digunakan dalam diagnosis penyakit Parkinson.
 
Studi terbaru menunjukkan bahwa peningkatan prevalensi kanker kulit di antara orang-orang dengan penyakit Parkinson. Jika Anda melihat perubahan pada kulit Anda, Anda harus konsultasi dengan dokter tentang kemungkinan penyebabnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif