Kulit merupakan salah satu bagian yang paling rentan terkena dampak negatif polusi. (Ilustrasi/Pexels).
Kulit merupakan salah satu bagian yang paling rentan terkena dampak negatif polusi. (Ilustrasi/Pexels).

Kulit Bagian yang Rentan Terkena Dampak Negatif Polusi

Rona polusi
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Desember 2019 07:05
Jakarta: Kulit merupakan salah satu bagian yang paling rentan terkena dampak negatif polusi. Akibatnya pun beragam, yang terparah dapat menyebabkan kematian.
 
"Polusi secara definisi adanya bahan berbahaya dan beracun di lingkungan kita dan tentunya bengaruh ke kulit. Berdampak bahkan menyebabkan kematian," ujar dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK di Ocha & Bella, Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Kulit adalah pelindung dari lingkungan luar, juga rentan terkena dampak polusi. Kulit pun sebenarnya organ terluas dari tubuh. Ia memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara kedua tertinggi mengenai polusi terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus menanggulanginya dari sisi kesehatan. Jantung dan otak penting tapi kulit organ terluas karena bisa memberikan dampak ke kesehatan tubuh. Polutan kalau terkena matahari makin berbahaya," paparnya.
 
Polusi dapat mengakibatkan penuaan dini, alergi, pigmentasi atau flek kulit. Juga dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti eksim, contohnya dermatitis atopik dan lebih buruk lagi jika sampai terkena kanker kulit.
 
Arini menuturkan beberapa bahan kalau terinduksi sinar matahari bisa semakin berbahaya. Di atas kulit terdapat bakteri baik dan populasinya bisa rusak akibat terkena polusi.
 
Lebih lanjut lagi, memicu peradangan kulit yang efeknya bisa masuk hingga merusak DNA. Oleh karena itu, mandi atau membersihkan tubuh yang terkena polusi merupakan langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghentikan polutan merusak kulit.
 
Sementara itu, pihak yang paling rentan terkena dari dampak buruk polusi ialah anak-anak dan wanita. Terlebih, polusi udara yang ada di rumah tangga, sesuatu yang menimbulkan asap dan berbahan bakar.
 
"Misalnya penggunaan kompor tungku, ternyata asapnya sangat berbahaya. Residunya ini yang berbahaya. Malah lebih aman kondisi kulit si ayah yang kerja di kantor karena enggak terpapar asap ini," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif